Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 11.25 WIB, rupiah turun 23 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp 17.748 per dolar AS.

>>> BRI Salurkan 67,18% KUR ke Sektor Produktif, Pertanian Jadi Prioritas

Indeks dolar AS tercatat melemah tipis 0,03 persen ke level 99,509.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, rupiah sudah melemah 11 poin atau 0,06 persen ke Rp 17.736 per dolar AS.

Antisipasi Keputusan The Fed

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen global menjelang keputusan suku bunga The Fed.

Menurut Rully, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp 17.720 hingga Rp 17.800 per dolar AS.

>>> MUI: Berdoa Tidak Wajib Pakai Bahasa Arab, Boleh Pakai Bahasa Apa Saja

Keputusan suku bunga The Fed kali ini menjadi perhatian karena merupakan yang pertama di bawah kepemimpinan Kevin Warsh.

Dari sisi domestik, Bank Indonesia diperkirakan akan menahan suku bunga acuan pada Rapat Dewan Gubernur besok.

Pelaku pasar juga merespons positif langkah mitigasi risiko fiskal pemerintah, termasuk evaluasi anggaran program Makan Bergizi Gratis.

Rully menambahkan, rupiah masih berpotensi menguat jika hasil pertemuan The Fed mempertimbangkan inflasi jangka pendek dan penurunan harga minyak akibat de-eskalasi geopolitik.

>>> Penjualan Pikap Mei 2026 Turun 25 Persen, Suzuki Carry Geser Gran Max

Ia juga menyebut ekonomi AS yang masih kuat diharapkan dapat mendorong satu kali penurunan suku bunga The Fed tahun ini.