PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memfokuskan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke sektor produktif. Sebanyak 67,18 persen dari total pembiayaan dialokasikan untuk sektor tersebut.

Langkah ini diambil guna mendorong perputaran ekonomi masyarakat dan memperkuat sektor riil. Hal itu disampaikan dalam keterangan resmi pada Selasa (17/6/2026).

>>> MUI: Berdoa Tidak Wajib Pakai Bahasa Arab, Boleh Pakai Bahasa Apa Saja

Sektor pertanian menjadi penyerap modal terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp35,91 triliun. Alokasi dana ini ditujukan untuk menjaga ketahanan pangan nasional serta meningkatkan produktivitas petani di daerah.

Strategi Korporasi Dukung Program Pemerintah

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa mayoritas penyaluran KUR BRI diarahkan ke sektor produktif. Hal ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkuat sektor riil.

Penempatan porsi besar pada bidang produktif merupakan bagian dari strategi korporasi dalam mendukung program kerja pemerintah. Fokus utamanya menyasar perluasan pemerataan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.

>>> Penjualan Pikap Mei 2026 Turun 25 Persen, Suzuki Carry Geser Gran Max

"KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput.

Penyaluran yang diarahkan ke sektor produktif, khususnya pertanian, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat sekaligus memperkuat basis ekonomi daerah," ujar Akhmad Purwakajaya.

Secara keseluruhan, akumulasi penyaluran KUR oleh BRI sejak 2015 hingga Mei 2026 telah menembus Rp1.520 triliun.

>>> Daftar Acara ANTV Kamis, 18 Juni 2026 Ada Mega Bollywood Humko Tumse Pyaar Hai, Antara Cinta dan Dusta, Doriyaann, Series Thanak, Sayali, Vasudha, Teri Meri serta Link Nonton

Dana tersebut disalurkan kepada lebih dari 48,1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.