PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menerapkan prinsip kehati-hatian secara ketat dalam penyaluran kredit.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi tantangan ekonomi serta dinamika global yang berpotensi memengaruhi kualitas aset perbankan.

>>> Tarif Impor Trump Dikhawatirkan Tekan Pasar Saham Domestik

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan bahwa ekspansi pembiayaan perbankan akan bergerak selaras dengan pertumbuhan ekonomi domestik.

"Pada prinsipnya, pertumbuhan kredit akan sejalan dengan kondisi perekonomian.

BCA berfokus pada fundamental bisnis perseroan serta tetap mengambil langkah yang prudent dalam menghadapi dinamika saat ini," ujar Hera.

Hingga Maret 2026, total penyaluran kredit BCA mencapai Rp 994 triliun.

Alokasi pembiayaan tersebut disebarkan ke berbagai segmen dan sektor usaha dengan seleksi ketat terhadap kualitas debitur serta kemampuan adaptasi mereka.

Mitigasi Risiko dan Sistem Peringatan Dini

Sebagai bentuk mitigasi, BCA menjalankan pengawasan intensif terhadap risiko konsentrasi portofolio pada sektor dan debitur tertentu.

Perseroan juga rutin mengevaluasi prospek industri serta menjalin komunikasi dengan debitur yang terdampak ekonomi.

>>> Universitas Brawijaya Terapkan Hari Bebas Kendaraan Setiap Jumat

Hera menjelaskan bahwa BCA melakukan monitoring risiko konsentrasi kredit, termasuk penggunaan limit kredit dan kualitas portofolio.

"Kami juga melakukan evaluasi sektor industri berdasarkan prospek usaha dan tingkat risiko," katanya.

Untuk mendeteksi penurunan kualitas debitur sejak dini, BCA mengandalkan Early Warning System (EWS).

Sistem ini memungkinkan percepatan mitigasi, sementara stress test berkala dilakukan untuk mengukur daya tahan portofolio kredit terhadap skenario risiko ekonomi.

Ketahanan tersebut didukung oleh posisi pencadangan yang solid hingga kuartal I-2026.

Rasio pencadangan loan at risk (LAR) tercatat mencapai 69,7 persen, dan rasio pencadangan terhadap kredit bermasalah (NPL coverage) menyentuh 174,6 persen.

Menurut Hera, pencadangan NPL dan LAR berada pada level yang memadai untuk menghadapi ketidakpastian kondisi ekonomi dan bisnis debitur.

>>> BCA Terapkan Manajemen Risiko Disiplin untuk Jaga Kualitas Kredit

Dengan langkah-langkah ini, BCA optimistis dapat menjaga kualitas kredit di tengah tantangan yang ada.