Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumpulkan seluruh penyedia bibit dari berbagai daerah di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, pada Rabu (17/6/2026).

Langkah ini untuk mempercepat program pengembangan perkebunan nasional seluas 870 ribu hektare.

>>> Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas di Jakarta Imbas Aksi Unjuk Rasa

Program yang merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto ini mencakup komoditas strategis seperti kopi, kakao, tebu, kelapa, mete, pala, dan lada.

Total anggaran mencapai Rp9,95 triliun.

"Hari ini kami kumpulkan seluruh penyedia pembibitan perkebunan seluruh Indonesia yang targetnya total adalah 870 ribu hektare," ujar Amran.

Ia menambahkan bahwa komoditas yang dikembangkan meliputi kopi, kakao, tebu, kelapa, mente, pala, dan lada.

Pengawasan Melibatkan Aparat Penegak Hukum

Kementerian Pertanian menggandeng berbagai lembaga pengawasan dan penegak hukum untuk memastikan program berjalan sesuai aturan.

Unsur yang hadir meliputi Satuan Tugas, TNI, Polri, Kejaksaan, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami minta ini dikawal bersama karena ini adalah masa depan anak cucu kita. Satu kali tanam, seperti kelapa, bisa panen sampai 30 sampai 60 tahun," kata Amran.

Amran menegaskan kualitas bibit menjadi faktor paling krusial. "Kalau salah di pembibitan, akan salah 30 tahun.

>>> Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out untuk Efisiensi Biaya Jamuan

Salah di pembibitan, akan salah 60 tahun. Jadi pembibitan itu tidak boleh salah," tegasnya.

Pemerintah berharap program ini mampu mendorong kesejahteraan petani melalui peningkatan produksi komoditas perkebunan. Produksi diperkirakan mulai berlangsung dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

"Insyaallah tiga sampai empat tahun ke depan sudah panen. Ini akan sangat luar biasa untuk peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia," ujar Amran.

Ia mencontohkan komoditas kopi yang memiliki potensi peningkatan produksi signifikan. "Bayangkan kalau kopi produksinya dua ton per hektare.

Dengan tambahan ratusan ribu hektare, peningkatannya tentu sangat tinggi," kata Amran.

Keterlibatan KPK bertujuan memperkuat aspek pencegahan terhadap potensi penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang di lapangan.

"Nanti KPK akan memberikan arahan untuk pencegahan agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan," ujar Amran.

>>> Halocoko Resmi Jadi Official Ice Cream FIFA World Cup 2026, Perkuat Ekspansi Pasar

Pengembangan perkebunan ini diharapkan menjadi motor peningkatan produksi komoditas ekspor sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen utama komoditas perkebunan dunia.