Seorang pria berusia 44 tahun di Prancis membuat tim medis tercengang.

Ia diketahui memiliki ukuran otak setengah lebih kecil dari ukuran normal, namun tetap mampu hidup normal dan bekerja sebagai pegawai negeri sipil.

>>> APJII: Mobile Legends Jadi Game Paling Sering Dimainkan di Indonesia

Pasien tersebut awalnya datang ke rumah sakit karena merasakan lemas pada kaki kirinya selama dua minggu. Pemeriksaan CT scan dan MRI kemudian mengungkap kondisi yang tidak biasa.

Hasil pemindaian menunjukkan bahwa rongga di dalam tengkorak pasien dipenuhi cairan yang sangat besar.

Ventrikel atau rongga berisi cairan di otak melebar secara ekstrem, sehingga jaringan otak yang tersisa hanya membentuk lapisan tipis yang menempel pada dinding tengkorak.

Riwayat Hidrosefalus dan IQ di Bawah Rata-rata

Catatan medis menunjukkan bahwa pasien pernah memasang alat bantu kuras cairan atau shunt saat berusia 6 bulan akibat hidrosefalus.

Alat tersebut kemudian dilepas ketika ia berusia 14 tahun.

Tim dokter melakukan pengujian neuropsikologis dan menemukan skor IQ pasien berada di angka 75.

>>> Mengintip Isi Souvenir Pernikahan Eksklusif Jennifer Coppen dan Justin Hubner

Meski di bawah rata-rata normal, fungsi otaknya tetap berjalan baik dalam menopang aktivitas sosial dan pekerjaan.

Laporan kasus yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet menjelaskan bahwa penumpukan cairan berlebih di otak menjadi penyebab utama kelemahan motorik kaki kiri pasien.

Dokter kemudian menguras cairan tersebut dan memasang shunt baru.

Operasi memberikan hasil positif. Dalam beberapa minggu, kekuatan kaki pria tersebut berangsur pulih.

Namun, tindakan itu tidak mengubah struktur volume otak maupun skor IQ pasien.

Tim medis mengakui bahwa kondisi unik ini mungkin tidak akan pernah terdeteksi seumur hidup jika pasien tidak mengeluhkan kaki lemas.

>>> Rupiah Melemah ke Rp 17.762 per Dolar AS di Penutupan Pasar Spot

Kasus ini menjadi bukti bahwa otak manusia memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa.