Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, mengecam keras perlakuan diskriminatif yang dialami timnya dalam gelaran Piala Dunia 2026 di Inglewood, Amerika Serikat, pada Rabu (17/6/2026).

Skuad Tim Melli disebut menjadi tim paling tertindas akibat hambatan administrasi yang dipaksakan kepada mereka.

>>> Madura United Pertahankan Tiga Gelandang, Lepas Sembilan Pemain

Hambatan tersebut meliputi penolakan izin masuk ke Amerika Serikat sebelum turnamen dimulai, sehingga Iran terpaksa memindahkan markas tim ke Tijuana, Meksiko.

Pembatasan ketat tetap diberlakukan saat mereka akhirnya diizinkan masuk.

Skuad hanya boleh berada di AS pada hari pertandingan dan harus langsung kembali ke Meksiko setelah laga melawan Selandia Baru.

Kondisi ini semakin dipersulit dengan penolakan visa bagi sejumlah ofisial serta suporter. Masalah serupa masih membayangi laga kedua kontra Belgia pada Senin (22/6/2026) mendatang.

Situasi ini memicu kemarahan besar di kubu Iran karena dianggap sebagai perlakuan tidak adil yang belum pernah terjadi dalam sejarah turnamen.

>>> Android 17 Stable Resmi Dirilis, Ini Deretan Fitur Barunya

Kritik Ghalenoei terhadap Pembatasan Jadwal

"Kami tidak tahu mengapa mereka memaksa pulang kami. Saya rasa ini sangat aneh.

Sepertinya orang lain yang merencanakan semuanya untuk kami, keputusan dibuat di tempat lain," kata Ghalenoei seperti dikutip Sky Sports.

Ghalenoei menambahkan bahwa pembatasan jadwal ini sangat mengganggu persiapan teknis tim yang semestinya bisa menginap lebih lama di lokasi pertandingan.

"Kami seharusnya tiba dua malam sebelum laga, tetapi tidak diizinkan. Kami seharusnya menginap malam ini dan kembali besok siang, tetapi saya tidak tahu alasannya," sambung Ghalenoei.

Selain masalah akomodasi, pembatasan visa juga berdampak langsung pada kelengkapan staf kepelatihan yang mendampingi tim di area teknis.

>>> Menkeu Purbaya Temui Menkeu China Bahas Penerbitan Panda Bond

"Dulu kami memiliki sebagian tim pelatih untuk membantu pergantian pemain, tetapi [sekarang] kami tidak memilikinya. Banyak orang di bidang teknis harus menangani hal itu," kata Ghalenoei.