Proyek jet tempur masa depan Eropa yang dirancang untuk mengungguli F-35 milik Amerika Serikat resmi dibatalkan pada minggu ini.

Program bernilai sekitar 100 miliar euro ini merupakan inti dari skema Future Combat Air System (FCAS) yang digadang-gadang sebagai poros kerja sama militer Prancis dan Jerman.

>>> Kemendiktisaintek Buka Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Jalur Seleksi Mandiri

Namun, perbedaan keinginan terhadap spesifikasi pesawat membuat kesepakatan tersebut kandas.

Perbedaan Filosofi Perang Udara

Pensiunan Jenderal Prancis Michel Yakovleff mengatakan bahwa Prancis dan Jerman ternyata tidak menginginkan pesawat yang sama.

Prancis memiliki rekam jejak panjang memproduksi pesawat tempur mandiri, seperti Mirage dan Rafale, dengan filosofi perang udara mencakup infiltrasi, duel udara, hingga peluncuran rudal nuklir.

Sebaliknya, Jerman tidak memiliki kapal induk maupun senjata nuklir, sehingga lebih membutuhkan jet tempur konvensional untuk duel udara tradisional.

Ketidaksepakatan mengenai metode perancangan dan proses produksi menjadi tembok penghalang bagi Dassault Aviation (Prancis) dan Airbus (Jerman).

>>> Nimble Luncurkan Sharepower, Power Bank Unik yang Bisa Dibagi Dua

Senator Cedric Perrin menyebut hanya Presiden Macron yang masih percaya FCAS bisa bertahan.

Potensi yang Tersisa dari Proyek FCAS

Meskipun proyek jet tempur runtuh, bagian lain dari program ini kemungkinan besar tetap dipertahankan.

Skema tersebut mencakup teknologi combat cloud untuk berbagi informasi serta drone canggih yang berfungsi sebagai pendamping penerbangan.

Analis pertahanan Norwegian Institute of International Affairs, Per Erik Solli, menilai bahwa untuk jet modern, bukan lagi soal kecepatan dan manuver, melainkan peran drone wingmen yang membuat jet tempur lebih menyerupai kapal komando.

Kegagalan ini memicu tanda tanya besar mengenai efektivitas pendekatan multinasional dalam mengembangkan teknologi militer generasi terbaru.

>>> Adrian Wibowo Resmi Gabung FC Wacker Innsbruck di Liga Austria

Pasca-pembatalan, Prancis dan Jerman diperkirakan akan beralih ke proyek domestik atau mencari kemitraan multinasional lain.