Prancis dan Jerman Batalkan Proyek Jet Tempur Masa Depan Eropa
Proyek pembuatan jet tempur masa depan Eropa yang dirancang untuk menyaingi F-35 milik Amerika Serikat resmi dibatalkan.
Ketidakcocokan visi antara Prancis dan Jerman menjadi penyebab utama runtuhnya proyek inti dari skema Future Combat Air System (FCAS).
>>> Sharp AQUOS R11 Resmi Meluncur dengan Snapdragon 8s Gen 4 dan Kamera Leica
Kesepakatan dengan perkiraan biaya mencapai 100 miliar euro ini telah menghadapi hambatan besar sejak awal. Prancis dan Jerman memiliki spesifikasi pesawat yang berbeda, sehingga sulit mencapai kata sepakat.
Program FCAS awalnya juga mencakup sistem komputasi awan tempur (combat cloud) untuk berbagi informasi dan pengembangan drone teknologi tinggi sebagai pesawat pendamping.
Bagian-bagian pendukung tersebut kemungkinan masih akan dipertahankan oleh kedua negara.
Kegagalan proyek ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai pendekatan multinasional dalam pengembangan teknologi militer generasi mendatang.
Hal ini terjadi saat Eropa tengah memikirkan cara mempersenjatai pasukan di tengah kemitraan transatlantik yang terkikis.
Sejak diumumkan pada tahun 2017, proyek jet tempur generasi keenam pertama di Eropa ini memang memicu keraguan. Perbedaan kebutuhan mendasar antara kedua negara menjadi sumber utama keraguan tersebut.
"Pelajaran pertama adalah Jerman dan Prancis ternyata tidak menginginkan pesawat yang sama," ungkap pensiunan Jenderal Prancis, Michel Yakovleff, dikutip dari CNN.
Di kalangan industri kedirgantaraan, para ahli terkejut karena proyek tersebut membutuhkan waktu lama hingga akhirnya resmi runtuh.
Pesawat ini sedianya menjadi karya gabungan antara Dassault Aviation asal Prancis dan Airbus yang mewakili Jerman.
Kedua perusahaan tidak mencapai kesepakatan mengenai cara merancang dan memproduksi jet tempur tersebut. Kantor Kepresidenan Prancis melimpahkan sebagian kesalahan atas kegagalan ini kepada pihak Berlin.
Update Terbaru
Ford Beri Sinyal Resmi untuk Pickup Listrik Rp480 Jutaan
Rabu / 17-06-2026, 16:21 WIB
Qualcomm Luncurkan Snapdragon Reality Elite untuk Kacamata Pintar
Rabu / 17-06-2026, 16:21 WIB
Indonesia Harus Perkuat Hilirisasi Mineral Kritis Demi Ekonomi Hijau
Rabu / 17-06-2026, 16:21 WIB
Indonesia Harus Perkuat Hilirisasi Mineral Kritis Demi Ekonomi Hijau
Rabu / 17-06-2026, 16:20 WIB
Minat Menabung Masyarakat Meningkat, Didorong Optimisme Ekonomi
Rabu / 17-06-2026, 16:20 WIB
DJI Osmo Pocket 4P: Sensor 1 Inci untuk Video Minim Cahaya
Rabu / 17-06-2026, 16:19 WIB
Maxence Lacroix Janjikan Traktiran Pizza untuk Warga Ajat Selama Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 16:19 WIB
Amir Ghalenoei Kecam Perlakuan Diskriminatif AS Terhadap Timnas Iran
Rabu / 17-06-2026, 16:17 WIB
Madura United Pertahankan Tiga Gelandang, Lepas Sembilan Pemain
Rabu / 17-06-2026, 16:17 WIB
Android 17 Stable Resmi Dirilis, Ini Deretan Fitur Barunya
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB
Menkeu Purbaya Temui Menkeu China Bahas Penerbitan Panda Bond
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB
IHSG 17 Juni 2026 Ditutup Melemah ke 6.220, Sektor Perindustrian Tertekan
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB
Snapdragon Reality Elite: Chip Kacamata Pintar dengan Performa GPU 60% Lebih Tinggi
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB
Kesepakatan Damai AS-Iran Turunkan Premi Risiko Geopolitik
Rabu / 17-06-2026, 16:16 WIB






