Qualcomm resmi meluncurkan chipset Snapdragon Reality Elite, platform flagship untuk perangkat Extended Reality (XR) seperti kacamata pintar dan headset VR.

Chipset ini membawa peningkatan performa signifikan dibanding pendahulunya, Snapdragon XR2+ Gen 2. Performa GPU naik 60%, CPU meningkat 30%, dan NPU melonjak hingga 160%.

>>> Indonesia Harus Perkuat Hilirisasi Mineral Kritis Demi Ekonomi Hijau

Masalah panas pada perangkat XR juga diatasi. Snapdragon Reality Elite diklaim beroperasi hingga 12 derajat Celcius lebih dingin saat menangani beban kerja tinggi.

Daya tahan baterai perangkat meningkat 20%, mendukung produktivitas dan hiburan sepanjang hari. Secara visual, chipset ini mendukung resolusi hingga 4,4K per mata pada 90 Hz.

Fitur ray tracing perangkat keras dan video see-through (VST) dihadirkan lebih jernih untuk memadukan konten digital dengan dunia nyata.

>>> Indonesia Harus Perkuat Hilirisasi Mineral Kritis Demi Ekonomi Hijau

Dukungan AI dan Ekosistem Perangkat

Kekuatan utama platform ini terletak pada NPU Hexagon dengan kemampuan pemrosesan mencapai 48 TOPS. Pengguna dapat menjalankan model LLM dan visi langsung di perangkat tanpa cloud.

Teknologi ini menghasilkan agen AI yang lebih responsif dan kesadaran kontekstual waktu nyata. Blok Engine for Visual Analytics (EVA) memastikan pelacakan tangan dan kepala dengan latensi rendah.

Qualcomm juga meluncurkan program Snapdragon START (Scalable Turnkey AI-Ready Toolkit) untuk mempermudah produsen global mempercepat perilisan kacamata pintar bertenaga AI.

>>> Minat Menabung Masyarakat Meningkat, Didorong Optimisme Ekonomi

Platform anyar ini menyasar perangkat kelas atas seperti Project Aura dari XREAL. Perangkat pertama berbasis Snapdragon Reality Elite dijadwalkan hadir pada akhir tahun 2026.