Kementan Gandeng KPK dan Polri Awasi Proyek Perkebunan Rp9,95 Triliun
Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Satgas Pangan, dan Polri untuk mengawasi proyek pembibitan perkebunan senilai Rp9,95 triliun.
Langkah ini diambil untuk mencegah korupsi dalam pelaksanaan program peremajaan perkebunan yang berdampak jangka panjang bagi petani.
>>> Xbox Siapkan Reset Bisnis 100 Hari untuk Atasi Penurunan Pendapatan
Kerja sama tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Hilirisasi Perkebunan yang dihadiri berbagai unsur aparat penegak hukum di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Pengawasan Ketat Proyek Strategis Nasional
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta seluruh pihak mengawal proyek strategis nasional ini.
"Tadi ada Satgas, TNI, Polri, dan KPK. Kami minta ini dikawal, kita kawal bersama karena ini adalah masa depan anak cucu kita," kata Amran.
Ia menekankan bahwa kesalahan di fase awal pembibitan akan berdampak buruk dalam waktu sangat lama, terutama untuk komoditas seperti kelapa.
"Salah di pembibitan, akan salah 60 tahun. Jadi kami pengalaman di pada saat pembibitan itu enggak boleh salah," ujarnya.
>>> Austria Hadapi Yordania di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Proyek ini mendukung target Presiden Prabowo Subianto untuk meremajakan tujuh komoditas perkebunan strategis di lahan seluas 870.000 hektar.
"Totalnya tiga tahun ini 870.000 hektar. Anggarannya Rp 9,95 triliun, kurang lebih Rp 10 triliun," tutur Amran.
Kementan mengintensifkan koordinasi dengan KPK, kepolisian, dan kejaksaan untuk mencegah penyelewengan di lapangan.
"Makanya kami koordinasi bukan saja KPK, ada kepolisian, ada kejaksaan, semua kita bahu-membahu mencegah penyalahgunaan wewenang," tegas Amran.
Program peremajaan menyasar komoditas kelapa, pala, tebu, kakao, kopi, lada, dan mete untuk meningkatkan produktivitas di pasar internasional.
>>> Premi Asuransi Umum dan Reasuransi Turun 4,32 Persen per April 2026
Wakil Menteri Pertanian, Mas Dar, menambahkan bahwa peremajaan bibit yang terstandar dan pengelolaan yang benar akan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Update Terbaru
Pemerintah Luncurkan Sistem Perlinsos Digital Berbasis AI Oktober 2026
Rabu / 17-06-2026, 13:01 WIB
Marquez hingga Bezzecchi Siap Menguji Motor MotoGP 850 cc di Brno
Rabu / 17-06-2026, 13:00 WIB
Messi Samai Rekor Gol Klose Usai Hat-trick ke Gawang Aljazair
Rabu / 17-06-2026, 13:00 WIB
Mentan Minta Polisi Periksa 130 Pabrik Sawit yang Tak Naikkan Harga TBS
Rabu / 17-06-2026, 13:00 WIB
Pebalap MotoGP Uji Coba Motor 850 cc di Brno
Rabu / 17-06-2026, 13:00 WIB
Pemerintah Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2027
Rabu / 17-06-2026, 13:00 WIB
Baca Spoiler Nano Machine Chapter 317 Bahasa Indonesia, Arah Cerita Berubah!
Rabu / 17-06-2026, 13:00 WIB
Empat Wakil Indonesia Lolos ke Babak 16 Besar Macau Open 2026
Rabu / 17-06-2026, 12:59 WIB
Yum Brands Jual Pizza Hut Rp 2,7 Miliar untuk Fokus pada Taco Bell dan KFC
Rabu / 17-06-2026, 12:59 WIB
Argentina Hancurkan Aljazair 3-0, Messi Cetak Hat-trick
Rabu / 17-06-2026, 12:57 WIB
FIFA World Cup 2026 Bisa Dimainkan di Netflix, Pakai HP sebagai Kontrol
Rabu / 17-06-2026, 12:56 WIB
Commodore Luncurkan Callback 8020, Ponsel Lipat Minimalis Anti Distraksi
Rabu / 17-06-2026, 12:56 WIB
BUMI Gelar RUPSLB Ubah Anggaran Dasar, Saham Melonjak 10,19%
Rabu / 17-06-2026, 12:56 WIB
Messi Koleksi Mobil Mewah Usai Cetak Hattrick di Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 12:56 WIB






