Divisi game Microsoft, Xbox, bersiap menjalankan strategi reset bisnis dalam 100 hari ke depan. Langkah ini diambil untuk memulihkan kesehatan finansial perusahaan dalam persaingan jangka panjang.

CEO Xbox Asha Sharma menyampaikan rencana tersebut melalui surat internal kepada seluruh karyawan global. Ia menekankan pentingnya optimisme dan realisme dalam proses pengaturan ulang bisnis.

>>> Austria Hadapi Yordania di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Sharma mengungkapkan bahwa investasi lebih dari 20 miliar dolar AS selama lima tahun terakhir untuk konten, platform, dan subsidi perangkat keras justru diiringi penurunan pendapatan tahunan hampir 500 juta dolar AS.

"Ke depannya, ini tidak dapat berlanjut," tegasnya.

Kondisi keuangan ini memicu kabar efisiensi anggaran pemasaran serta rencana PHK massal yang diprediksi diumumkan setelah tahun fiskal Microsoft berakhir pada 30 Juni 2026.

>>> Premi Asuransi Umum dan Reasuransi Turun 4,32 Persen per April 2026

Sharma menilai perlu menyeimbangkan game eksklusif, kerja sama pihak ketiga, dan investasi jangka panjang.

Untuk mendukung transformasi, Xbox akan mengevaluasi infrastruktur teknologi dan manajemen studio game yang dinilai terlalu kompleks.

>>> Lionel Messi Cetak Hattrick dan Samai Rekor Gol Piala Dunia

Perusahaan juga mempersiapkan peluncuran game eksklusif baru seperti Gears of War: E-Day pada 2026.