Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax berpotensi turun pada Rabu (17/6/2026).

Penurunan ini menyusul pelemahan harga minyak mentah global setelah pengumuman kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

>>> Pendaftaran SPMB Jabar Tahap 1 2026 Dimulai, Catat Jadwal dan Jalurnya

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menyampaikan kepastian tersebut di Gedung Bakom, Jakarta Selatan.

Anggia menjelaskan bahwa formulasi harga BBM nonsubsidi selalu mengikuti perkembangan harga keekonomian minyak dunia.

"Apakah harganya bisa turun? Pasti.

Ketika harga minyak dunia turun sudah dipastikan harga BBM non subsidi akan turun.

Begitu juga sebaliknya ketika harga minyak dunia naik, mau tidak mau tidak terhindarkan dia akan sesuaikan harga keekonomiannya," beber Anggia.

Pihak Kementerian ESDM menegaskan bahwa kebijakan evaluasi harga ini sangat krusial bagi stabilitas pasokan bahan bakar di dalam negeri.

"Kalau tidak ini akan mempengaruhi keberlanjutan pengadaan energi nasional," tambahnya.

Lebih lanjut, Anggia memaparkan bahwa pemerintah sempat menahan gejolak harga komoditas ini demi melindungi kemampuan finansial masyarakat.

Langkah tersebut diambil melalui komunikasi intensif bersama para pelaku usaha sektor minyak dan gas bumi.

>>> Ramalan Zodiak Cinta: Tips Jaga Keharmonisan Hubungan Asmara

"Kita tahu April kemarin sesuai arahan Presiden pemerintah masih mencoba harga kestabilan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat, ada diskusi dengan badan usaha pelat merah dan badan usaha swasta untuk mempertahankan BBM subsidi.

Tapi seiring berjalannya waktu fluktuasi harga yang makin dinamis pelaku usaha sesuaikan harga keekonomiannya," pasar Anggia.

Anggia menegaskan kembali bahwa tren penurunan harga minyak mentah di pasar internasional secara otomatis akan membuka ruang bagi penurunan harga jual di tingkat eceran dalam waktu dekat.