Tim nasional sepak bola Kongo menarik perhatian publik saat tiba di George Bush Intercontinental Airport, Houston, Texas, Amerika Serikat, menjelang pertandingan perdana mereka di Piala Dunia 2026.

Kongo kembali berlaga di kompetisi tersebut setelah absen selama 50 tahun. Mereka mengenakan setelan jas unik yang dilengkapi luaran berbentuk rompi setengah jadi dan tas bermotif leopard.

>>> Ular Berbisa Teror Kamp Latihan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026

Pakaian yang menjadi viral di media sosial ini dirancang oleh Alvin Mak, seorang desainer independen asal Kongo berusia 30 tahun yang berbasis di Paris, Prancis.

Mak mengajukan proposal desain tersebut dengan mengirimkan email langsung ke Kementerian Olahraga Kongo. Ia memproduksi seluruh busana di negara asalnya.

Filosofi Motif Leopard

"Dalam budaya Kongo, semangat macan tutul melambangkan kekuatan," ujar Mak tentang filosofi di balik motif leopard pilihannya ketika diwawancarai New York Times.

Motif leopard telah lama menjadi identitas rakyat Kongo hingga tim nasional mereka dijuluki 'Les Léopards'.

Mantan diktator Kongo, Mobutu Sese Seko, juga dikenal sering mengenakan topi kulit leopard khas saat negara tersebut masih bernama Zaire.

Inspirasi rancangan Mak berasal dari budaya La Sape, sebuah tradisi gaya hidup pria Kongo yang mengekspresikan diri melalui pakaian elegan, penuh warna, dan berkarakter kuat.

Identitas budaya ini sengaja ditampilkan untuk menandai kembalinya timnas Kongo ke panggung dunia sejak tahun 1974.

"Di Kongo, ada tiga hal penting: musik, fashion, dan olahraga," jelas Mak.

>>> Promo HokBen 18-19 Mei 2026: Paket Bento dan Teriyaki Lebih Hemat

Proses Produksi dan Dampak Sosial

Proyek pembuatan busana Piala Dunia ini melibatkan produksi 55 setelan jas dan tas untuk seluruh pemain serta staf pelatih.