Nata de coco merupakan hidangan penutup yang populer di Indonesia karena teksturnya yang kenyal dan rasa manis.

Namun, proses pembuatannya memerlukan kecermatan agar tidak tercampur bahan terlarang atau berbahaya.

>>> Menkeu Purbaya Temui Menkeu China Perkuat Pembiayaan Pembangunan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mencatat pernah ada oknum produsen yang mencampur bahan kimia tertentu dalam produksi nata de coco.

Pelaku usaha nakal itu sengaja mencampur ZA (amonium sulfat) agar nata de coco menggumpal dan kenyal.

Guru Besar IPB bidang Agroindustri dan Bioindustri, Prof. Dr. Ir. Khaswar Syamsu, M. Sc.

, menjelaskan bahwa nata de coco adalah produk selulosa mikrobial murni. Pembentukannya membutuhkan nutrisi berupa sumber karbon dan nitrogen.

Zat seperti urea atau ZA berfungsi sebagai nutrisi bagi bakteri Acetobacter xylinum selama fermentasi, bukan untuk dikonsumsi langsung.

Jika takarannya tepat, bakteri akan menghabiskan unsur tersebut untuk pertumbuhan struktur nata de coco.

>>> Kemenkes Prediksi Harga Obat Naik Akibat Pelemahan Rupiah

Setelah fermentasi, sisa media penunjang dibersihkan melalui pencucian, perebusan, hingga perendaman. Produk akhir yang dijual adalah selulosa mikrobial murni tanpa membawa substrat atau media pertumbuhan.

Titik Kritis pada Bahan Penolong

Auditor LPPOM MUI Mulyorini R Hilwan menegaskan bahwa titik kritis halal nata de coco bukan pada urea atau ZA.

Yang perlu dicermati adalah bahan lain seperti gula dan bahan penolong dalam proses pemurnian.

Misalnya, jika menggunakan enzim atau karbon aktif, sumber bahan tersebut harus dipastikan halal.

Karbon aktif dari tumbuhan atau batu bara tidak bermasalah, tetapi yang dari tulang hewan wajib berasal dari hewan halal yang disembelih sesuai syariat.

Enzim mikrobial juga harus dipastikan medianya bebas dari najis.

>>> Setting Sensitivitas FF Terbaik 2026 untuk Headshot Lebih Akurat

Keberadaan urea atau ZA dalam fermentasi tidak otomatis membuat produk tidak halal atau tidak aman, asalkan standar pangan, higienitas, dan kebersihan produk akhir terpenuhi.