Suzuki Satria tipe standar masih menjadi primadona di pasar motor bebek sport Tanah Air. Varian ini berhasil mendominasi penjualan dibandingkan dengan Satria Pro yang lebih baru.

Data internal menunjukkan perbandingan penjualan antara tipe standar dan tipe Pro mencapai tiga banding satu. Model lama menguasai sebagian besar pangsa pasar motor Suzuki.

>>> Harga Mobil Bekas Masih Tinggi Akibat Dampak Pandemi Covid-19

Alasan Konsumen Pilih Model Lama

Kepala Cabang Suzuki Motor Sunter ISG, Deddy Priambada, mengungkapkan permintaan lebih banyak pada tipe standar. "Yang tampilan Satria lama lebih dominan penjualannya," ujarnya.

Loyalitas konsumen terhadap desain yang konsisten menjadi faktor utama. "Secara fisik tidak banyak berubah.

Komposisinya 75 persen standar, 25 persen Pro," jelas Deddy.

>>> Utang Luar Negeri Indonesia April 2026 Tembus 439,8 Miliar Dollar AS

Kritik warganet di media sosial terhadap perubahan fascia depan membuat varian Pro mendapat julukan tertentu.

Meski begitu, varian Pro dibanderol Rp35,2 juta, lebih mahal Rp3,9 juta dari tipe standar yang Rp31,3 juta.

Kedua tipe sama-sama mengusung mesin injeksi DOHC 147,3 cc dengan tenaga 18,1 hp dan torsi 13,8 Nm.

>>> Inggris Hadapi Ujian Berat Melawan Kroasia di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Suzuki kini hanya menyediakan electric starter tanpa kick starter pada kedua model.