Pangsa pasar sepeda motor bebek di Jakarta semakin menyusut. Dominasi motor matik atau skutik yang terus menguat menjadi penyebab utamanya.

Data dari Otomotif pada Kamis (11/6/2026) menunjukkan pergeseran preferensi konsumen perkotaan. Mereka lebih mengutamakan kepraktisan dibandingkan jenis motor lainnya.

>>> Real Madrid Resmi Tunjuk Jose Mourinho Sebagai Pelatih Kepala

Chief Area DDS 1 Jakarta PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Sentosa Tampomas, mengonfirmasi hal tersebut.

"Memang kalau secara demand, konsumen beli motor matik itu mungkin di angka sekitar 70 sampai 75 persen," ujarnya.

Meski tren di ibu kota menurun, Yamaha tidak akan menghilangkan lini motor bebek. Produsen masih memiliki basis pengguna yang loyal di segmen ini.

"Tapi bukan menutup kemungkinan konsumen masih cukup nyaman memakai motor bebek.

Artinya segmen ini tetap kami fokuskan, kami prioritaskan untuk konsumen yang memang masih nyaman menggunakan motor bebek," kata Sentosa.

>>> Justin Hubner Siap Jadi Figur Ayah bagi Kamari Sky Wassink

Saat ini, beberapa model seperti Vega Force, Jupiter Z1, dan Jupiter MX King 150 masih dipertahankan. Motor-motor tersebut mengisi pasar yang tersisa.

Karakteristik wilayah di luar Pulau Jawa menjadi faktor utama motor bebek tetap diminati. Kontur jalanan yang beragam membuat motor bebek lebih rasional bagi konsumen daerah.

"Tadi kan matik 70 persen ya. Kalau bebek ini sisanya, berarti ya sekitar 20-an persen," kata Sentosa.

Kondisi geografis yang menantang dan kebutuhan membawa barang jarak jauh menjadi pertimbangan.

>>> Telegram Luncurkan Kembali Aplikasi Khusus Wear OS dengan Fitur Lengkap

Ditambah dengan tren kenaikan harga BBM nonsubsidi, konsumsi bahan bakar motor bebek yang relatif hemat berpotensi menarik kembali minat beli masyarakat.