Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru B50 pada 1 Juli 2026.

Produk ini merupakan campuran 50 persen minyak kelapa sawit dan 50 persen minyak solar.

>>> Dishub DKI Jakarta Tindak 258 Pelanggaran Parkir Liar dalam Sehari

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa implementasi B50 sesuai jadwal. Ia akan menggelar rapat dengan tim uji coba dalam waktu dekat untuk mengevaluasi hasil pengujian.

Hasil uji coba menunjukkan B50 memiliki kualitas lebih baik dari B40, terutama dari sisi kadar air. "Sekitar 80-90% hasil uji coba baik.

Kadar air B50 lebih baik dibandingkan B40," ujar Bahlil.

>>> Ramadhipa Tempati Posisi Kedua Klasemen Moto3 Junior World Championship 2026

Uji Coba Meluas ke Berbagai Sektor

Pengujian B50 telah berlangsung di laboratorium sejak awal tahun lalu. Uji jalan (road test) juga diperluas ke sektor otomotif, pertambangan, perkapalan, dan perkeretaapian sejak 9 Desember 2025.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan bahwa pemantauan dilakukan di seluruh lini operasional. "Ini adalah kegiatan yang tidak ada contohnya di negara lain," katanya.

>>> Honda Luncurkan Aplikasi Trail Experience untuk Rekam Petualangan Off-Road

Langkah ini menempatkan Indonesia sebagai pelopor global dalam penerapan campuran bahan bakar nabati tertinggi. Regulasi dan uji keandalan terus dimatangkan untuk memastikan performa optimal.