Presiden FIFA Gianni Infantino menanggapi gelombang kritik terkait pembatasan visa imigrasi Amerika Serikat sekaligus mengapresiasi lonjakan jumlah penonton dalam pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi Eksekutif Sepak Bola FIFA 2026 di Miami pada Selasa (16/6/2026).

Badan sepak bola dunia tersebut menghadapi tantangan regulasi ketat dari pemerintah Amerika Serikat selaku tuan rumah, termasuk penolakan visa bagi wasit asal Somalia Omar Artan dan sejumlah jurnalis.

>>> Prancis, Norwegia, dan Argentina Raih Kemenangan di Piala Dunia 2026

Menurut analisis data perjalanan oleh BBC, pembatasan perjalanan dan tingginya penolakan visa kini dihadapi oleh para penggemar dari seperempat negara peserta.

Di sisi lain, FIFA mencatatkan kesuksesan setelah rata-rata kehadiran pencinta sepak bola di stadion melampaui 63.000 orang pada delapan pertandingan pembuka di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Infantino: Keamanan Prioritas Utama

"Sungguh sangat disayangkan melihat hal yang terjadi pada Omar. Namun kami tidak mengendalikan segalanya.

Kami mencoba, kami berdiskusi dan kami akan berbicara," kata Infantino seperti dikutip dari Sky Sports.

Infantino menyerukan agar semua pihak tetap tenang sembari menegaskan bahwa FIFA terus melakukan pembicaraan dengan otoritas setempat demi mencari solusi terbaik.

"Mungkin terkadang selalu ada baiknya untuk santai dan rileks. Kami bekerja untuk segalanya dan coba mencari solusi untuk segala hal.

Terkadang, berteriak dan mengumpat bakal menimbulkan efek sebaliknya dari menemukan solusi," ujar Infantino.

Ketika didesak mengenai kewenangan federasi dalam mengintervensi kebijakan imigrasi negara penyelenggara, Infantino membandingkannya dengan rencana pelaksanaan turnamen masa depan di Inggris.

"Di 2035, saya rasa Piala Dunia Wanita akan ada di Inggris.

Apakah kalian pikir normal FIFA akan mendikte Pemerintah Inggris terkait siapa-siapa yang boleh masuk ke negara itu dan siapa yang tidak boleh masuk ke negara tersebut?