PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) mengambil langkah strategis dengan mengonversi seluruh pinjaman ke mata uang rupiah sejak tahun 2023.

Langkah ini dilakukan untuk memitigasi risiko pelemahan nilai tukar rupiah dan tren suku bunga tinggi.

>>> ARMY Bersorak! BTS Tambah 1 Hari Konser ARIRANG di Jakarta

Manajemen BEST menyatakan bahwa strategi tersebut tetap mempertahankan tingkat suku bunga yang kompetitif.

"Dampak utama suku bunga tinggi adalah meningkatnya biaya pendanaan dan kehati-hatian investor," ujar Rika, perwakilan manajemen BEST.

Perseroan menegaskan bahwa kesehatan struktur finansial dan pertumbuhan pendapatan berulang menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas bisnis.

"Dengan struktur keuangan yang sehat dan pendapatan berulang yang terus berkembang, kami optimistis menjaga kinerja secara berkelanjutan," tambah Rika.

Hingga saat ini, BEST konsisten fokus pada pengembangan kawasan industri MM2100.

Kawasan tersebut mayoritas diisi oleh penyewa dari sektor otomotif, makanan dan minuman, logistik, hingga elektronik.

>>> Adobe dan LinkedIn Luncurkan Inisiatif Pelatihan AI Global untuk Pemasar

Investor asal Jepang dan negara Asia lainnya mendominasi kawasan ini.

Permintaan lahan baru juga terus berdatangan dari sektor pusat data dan pergudangan modern.

"Ini merupakan sektor-sektor penting dalam mendukung pertumbuhan industri nasional," kata Rika.

Sebagai langkah ekspansi, BEST memperkenalkan produk BeFa Industrial Hub yang menyasar investor dengan kebutuhan fleksibilitas operasional tinggi.

"Produk ini memperkuat ekosistem MM2100 sebagai kawasan industri terintegrasi yang mampu mengakomodasi berbagai skala kebutuhan investasi," papar Rika.

Sepanjang kuartal I 2026, BEST mencatatkan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp55 miliar.

>>> Konflik Timur Tengah Picu Kerentanan Energi di Asia Tenggara

Nilai tersebut berasal dari penjualan lahan industri seluas dua hektare.