PT Krom Bank Indonesia Tbk mengambil langkah antisipatif menyusul keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,50 persen pekan lalu.

Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan mengatakan pihaknya akan fokus pada penguatan likuiditas dan penghimpunan dana murah atau CASA.

>>> Messi, Haaland, dan Mbappe Bersinar di Piala Dunia 2026

Hal ini dilakukan agar biaya dana tetap stabil tanpa menaikkan bunga kredit secara agresif.

Menurut Anton, kenaikan BI Rate dinilai positif untuk menjaga keseimbangan pasar keuangan dan mengendalikan inflasi. Namun, bank digital ini tetap mewaspadai potensi tekanan terhadap margin bunga bersih (NIM).

Strategi Pengelolaan Dana

Krom Bank saat ini mempertahankan tingkat suku bunga deposito sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana yang hati-hati.

Manajemen terus memantau pergerakan industri dan kondisi pasar agar daya saing tetap terjaga.

>>> Ducati Tunjuk Marquez dan Aldeguer Uji Motor MotoGP 850cc di Brno

Selain memperkuat dana murah lewat ekosistem digital, bank juga menerapkan penyesuaian kualitas aset melalui manajemen risiko ketat. Langkah ini bertujuan menekan rasio kredit bermasalah.

Analisis lebih lanjut mengenai dampak kenaikan suku bunga terhadap profitabilitas masih terus berjalan.

Efisiensi biaya operasional dana menjadi prioritas utama untuk menjaga stabilitas margin dan daya saing bunga kredit.

Anton menambahkan, pihaknya mencermati potensi melandainya NIM seiring kenaikan suku bunga acuan.

>>> Honor X70 Pro Max Resmi Diperkenalkan, Andalkan Baterai 8.560 mAh dan Layar AMOLED 6.000 Nits

Oleh karena itu, fokus utama adalah menjaga efisiensi biaya dana agar margin tetap terjaga dan suku bunga kredit tetap kompetitif.