Infantino menegaskan bahwa kehadiran timnas Iran merupakan sebuah pencapaian besar diplomasi di tengah tingginya tensi geopolitik.

"Saya tak bermaksud untuk [berkata] santai dan tidak melakukan apapun. Maksud saya, percaya kami bahwa kami bekerja keras di balik layar, mencoba untuk memahami [situasi].

Ada hal yang kami bisa katakan, ada hal yang kami tidak katakan.

Kami selalu mencoba untuk membuat hal jadi positif dan mencari solusi," ujar Infantino seperti dikutip dari Al Jazeera.

Infantino menyatakan kesuksesan tersebut diraih berkat kerja keras kolektif di balik layar guna memastikan partisipasi seluruh tim yang lolos.

"Sebuah kesuksesan untuk bisa membawa Iran bermain di Amerika, saya tak tahu siapa yang bisa melakukan hal itu...

Kita tidak hidup di bulan, kita hidup di Bumi, dan kami mencoba yang terbaik," ujar Infantino.

Sikap Infantino mengenai jaminan akses bagi seluruh tim dan suporter yang lolos kualifikasi sebenarnya telah disuarakan sejak periode pertama kepemimpinan Donald Trump.

"It’s not easy when you have 300,000 accredited people, majority of which from outside of the US, to process them to vet them, you don’t know.

Unfortunately, our world is a very aggressive world and security goes above everything and you need to respect the decisions which are taken and when I say to chill, I don’t mean to chill and do nothing," kata Infantino.

>>> Messi Samai Rekor Klose Usai Hattrick ke Gawang Aljazair

Ia meminta publik mempercayai upaya diplomasi yang terus berjalan untuk menyelaraskan kendala operasional yang muncul.

"I mean to trust us, that we are working behind the scenes, we are trying to understand and there are things we can know, things we cannot know, things we are told, not told," ujar Infantino.