Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta pihak kepolisian untuk memeriksa 130 pabrik kelapa sawit yang belum menaikkan harga beli tandan buah segar (TBS) milik petani.

Permintaan itu disampaikan di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Rabu (17/6/2026).

>>> Pebalap MotoGP Uji Coba Motor 850 cc di Brno

Jumlah perusahaan yang belum menaikkan harga TBS tersebut menyusut dari sebelumnya yang mencapai 274 pabrik kelapa sawit (PKS).

Penurunan harga beli di bawah harga acuan terjadi setelah pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai eksportir tunggal produk sawit.

"274 sekarang tinggal 130, karena laporan harian kita," kata Amran saat ditemui di Kantor Kementan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Amran menjelaskan bahwa jumlah 130 pabrik kelapa sawit tersebut terhitung sedikit jika dibandingkan dengan total keseluruhan PKS di Indonesia yang mencapai sekitar 19.000 unit.

"Kita monitor seluruh Indonesia," ujar Amran.

>>> Pemerintah Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2027

Indikasi Kartel di Balik Penurunan Harga TBS

Sebelumnya, sejumlah asosiasi petani mengeluhkan harga jual TBS yang ditekan oleh tengkulak maupun PKS hingga berada di bawah harga Dinas Perkebunan masing-masing wilayah.

Amran kemudian mengumpulkan para petani, PKS, perusahaan refinery, eksportir, hingga Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Polda se-Indonesia untuk mempertanyakan anjloknya harga TBS di saat harga minyak sawit mentah (CPO) dunia sedang naik dan nilai tukar dollar AS menguat.

"Oke kalau dia tidak berhenti kaget aku kasih kaget ya. Direskrimum, seluruh surat yang saya kirim tolong periksa yang harga turun masih sampai hari ini.

Ada hampir 300 perusahaan periksa semua," ujar Amran, Senin (8/6/2026).

Pihak kepolisian juga turut memberikan perhatian pada ketidakwajaran penurunan harga komoditas sawit ini di tengah penguatan harga pasar internasional.

>>> Empat Wakil Indonesia Lolos ke Babak 16 Besar Macau Open 2026

"Kami menduga adanya indikasi kartel di sini atau persekongkolan jahat, persekongkolan diam-diam yang dilakukan untuk menyepakati harga TBS itu turun," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak.