Aparat Polresta Sleman mulai menyelidiki fenomena teror api misterius di kediaman Mutfiana alias Fia di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman.

Penyelidikan ini dilakukan setelah tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta menutup investigasi ilmiah tanpa menemukan indikasi faktor alam.

>>> Menpora Erick Thohir Ajukan Naturalisasi Mitchel Baker dan Luke Vickery

Penyerahan kasus ke penegak hukum dilakukan setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menerima hasil kajian komprehensif dari para akademisi.

Temuan Tim Peneliti UGM

Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM memastikan bahwa pemicu kebakaran bukan berasal dari gas alam.

Ketua tim PKPE FT UGM, Prof Alva Edy Tontowi, menjelaskan bahwa sumber api bukan dari rembesan gas alam dari bawah permukaan lantai.

Tidak ada anomali termal dan tidak ditemukan gas yang dapat menyala sendiri secara alami pada suhu kamar.

Berdasarkan pengujian metode FTIR, senyawa resin poly vinyl chloride (PVC) ditemukan pada sampel residu permukaan dinding keramik serta tripleks.

Temuan ini mengindikasikan bahwa api tidak muncul spontan karena resin tersebut membutuhkan pemantik untuk bisa terbakar.

Peneliti UGM lainnya, Sarju Winardi dari Departemen Teknik Geologi, menambahkan bahwa zat cair yang bercampur pelarut diduga menjadi pemicu awal yang menyisakan residu setelah terbakar.

Pelarut atau solvent yang menguap menghasilkan api, sementara zat resin PVC tertinggal sebagai sisa pembakaran.

Namun, tim peneliti tidak memiliki wewenang untuk menentukan jenis pemantik yang menyulut pelarut tersebut.

>>> Arab Saudi Tahan Imbang Uruguay 1-1 di Piala Dunia 2026

Hasil Penelitian UPN Veteran Yogyakarta

Tim peneliti dari UPN Veteran Yogyakarta juga melaporkan hasil kajian geologi lapangan dan geofisika di kawasan sekitar lokasi rumah yang terbakar.