Aparat kepolisian menyekat lima titik perbatasan Kabupaten Nganjuk pada Senin (15/6/2026) sore. Langkah ini dilakukan untuk mengamankan dan menyambut malam 1 Suro.

Personel gabungan dari Polres Nganjuk dan polsek jajaran dikerahkan untuk mengantisipasi pergerakan massa. Wilayah Nganjuk menjadi area yang berpotensi dilalui konvoi masyarakat menuju pusat perayaan di Madiun.

>>> Belgia vs Mesir Buka Grup G Piala Dunia 2026 di Seattle

Pihak kepolisian memastikan tidak ada perayaan malam 1 Suro berskala besar yang terpusat di Nganjuk. Pengawasan difokuskan pada jalur perbatasan.

Lima titik yang disekat meliputi Pace, Prambon, Kertosono, Rekoso, dan Wilangan. Wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Kediri, Jombang, dan Bojonegoro.

Kasi Humas Polres Nganjuk, AKP Fajar Kurniadhi, mengatakan penyekatan dilakukan di jalur utama masuk kabupaten. Jalur itu diprediksi menjadi perlintasan kelompok massa dari luar daerah.

Polres Nganjuk menggeser sejumlah personel ke titik-titik tersebut sejak sore. Pengamanan tetap berjalan ketat meskipun situasi di dalam kabupaten relatif kondusif.

Selain menyiagakan personel di pos perbatasan, aparat juga memantau jalur-jalur tikus. Patroli skala besar dilakukan untuk mencegah gesekan antar-kelompok di jalan raya.

>>> Kemenag Jambi Luncurkan Gerakan Wakaf Uang dan Lebaran Yatim

Di tempat terpisah, ratusan warga Dusun Bendo, Desa Demangan, Kecamatan Tanjunganom menggelar tradisi Baritan. Mereka berkumpul membawa ambeng berisi nasi dan lauk-pauk sejak pukul 16.00 WIB.

Warga duduk bersila di atas tikar dan terpal yang digelar di sepanjang jalan desa. Kegiatan ini untuk menyambut datangnya 1 Muharram 1448 Hijriyah.

Kepala Dusun Bendo, Aris Dwi Jatmiko, menyatakan ritual tahunan ini sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan. Doa bersama dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat.

Baritan sudah menjadi tradisi masyarakat Dusun Bendo sejak dulu. Setiap malam 1 Suro, warga berkumpul untuk berdoa memohon keselamatan, keberkahan, dan dijauhkan dari bala.

Ritual ini juga menjadi ruang silaturahmi untuk memperkuat kerukunan antar-tetangga. Setelah doa selesai, warga membagikan dan memakan makanan bersama-sama.

>>> Asing Jual Saham BUMI Rp179 Miliar Saat Harga Melonjak

Anak-anak muda dilibatkan agar tradisi ini tetap dikenal dan bisa diteruskan. Salah seorang warga, Suyono, mengatakan ia selalu hadir setiap tahun dengan niat memohon kesehatan dan rezeki lancar.