Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science mengungkap bahwa pria dan wanita memiliki ritme berbeda saat jatuh cinta.

Perbedaan ini terutama terlihat setelah hubungan berlanjut ke jenjang pernikahan.

>>> Mitos Weton Tulang Wangi: Haruskah Kurung Diri Saat Malam Satu Suro?

Penelitian melibatkan 3.867 orang dewasa di Amerika Serikat.

Para peserta mencatat perasaan mereka melalui jurnal di ponsel setiap 30 menit selama 10 hari berturut-turut, diulang empat kali dalam setahun.

Hasilnya menunjukkan bahwa wanita lebih dari dua kali lipat lebih sering melaporkan perasaan cinta saat bersama pasangan pada masa pertunangan.

Periode ini menjadi fase lonjakan emosi romantis yang kuat dan mendalam.

Namun, intensitas perasaan cinta pada wanita cenderung menurun drastis dalam dua tahun pertama pernikahan. Penurunan ini tidak berarti rasa sayang mereka hilang atau hubungan memburuk.

Pola Emosi Pria Lebih Stabil

Pria menunjukkan pola emosi yang lebih konsisten.

>>> Kenali Tanda Red Flag Pasangan Sebelum Memutuskan Menikah

Perasaan cinta yang dilaporkan pria tidak mengalami lonjakan setinggi wanita saat bertunangan, tetapi juga tidak merosot tajam setelah menikah.

Emosi romantis pada pria berkembang secara bertahap dan lebih stabil dari waktu ke waktu.

Kurva cinta pria cenderung lebih datar dibandingkan wanita yang memiliki fase naik dan turun yang jelas.

Psikolog Mark Travers, Ph. D.

, menjelaskan bahwa pria dan wanita sebenarnya memiliki kadar cinta yang setara dalam hubungan jangka panjang. Pergeseran hanya terjadi pada intensitas dan pola emosi setelah status berubah menjadi suami-istri.

Perbedaan pola ini bukan menunjukkan siapa yang lebih besar rasa sayangnya.

>>> Umat Islam Dianjurkan Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Hijriah

Wanita umumnya mengalami fase emosi sangat tinggi di awal hubungan sebelum menyesuaikan diri dengan pernikahan, sementara pria memiliki pola emosi yang lebih tenang sejak awal.