Aplikasi penghasil uang di internet semakin diminati masyarakat Indonesia. Tren ini didorong oleh meningkatnya penggunaan smartphone dan dompet digital.

Layanan ini menjadi alternatif praktis untuk mendapatkan penghasilan tambahan berupa saldo DANA tanpa harus keluar rumah.

>>> Umat Muslim Dianjurkan Perbanyak Amalan Ibadah di Tahun Baru Islam

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat pertumbuhan pengguna internet yang konsisten setiap tahun. Hal ini dimanfaatkan penyedia platform digital untuk menawarkan misi sederhana berhadiah poin.

Poin yang terkumpul bisa dikonversi menjadi saldo e-wallet, dengan DANA sebagai salah satu opsi paling populer untuk pencairan.

Mekanisme kerja aplikasi ini umumnya mengandalkan penyelesaian tugas ringan. Aktivitas yang tersedia meliputi pengisian kuesioner, membaca artikel, menonton video pendek, hingga mencoba fungsi sistem tertentu.

Pencairan insentif ke akun e-wallet dapat dilakukan setelah koin mencapai batas minimum yang ditetapkan.

Rina (27), pengguna asal Jakarta, mengaku sering mengisi survei di Jakpat atau YouGov. "Memang tidak besar hasilnya, tapi lumayan untuk menambah saldo DANA.

Rasanya lebih bermanfaat daripada sekadar scroll media sosial," ujarnya.

Rekomendasi Platform Penghasil Uang

Beberapa aplikasi telah terbukti membayar pengguna atas aktivitas yang diselesaikan. Platform yang dinilai aman dan memiliki basis pengguna luas antara lain:

>>> Rupiah Menguat Tajam Imbas Penurunan Harga Minyak Dunia

Google Opinion Rewards dan Jakpat sangat direkomendasikan untuk pengisian kuesioner pendek. YouGov Indonesia dan Toluna Influencers menyediakan sistem poin stabil berskala internasional.

Surveyon menawarkan fleksibilitas akses kapan saja. Cashzine dan BuzzBreak memberi imbalan lewat membaca artikel berita.

Fizzo Novel menghasilkan koin dari membaca buku digital.

SnackVideo menyediakan saldo tambahan lewat menonton video pendek dan misi harian. Neo Plus (Neo Bank) menawarkan keuntungan pengguna baru serta bonus referral.

Panduan Menjaga Keamanan Digital

Keamanan harus menjadi prioritas saat memilih aplikasi. Kelalaian bisa memicu instalasi malware atau perangkat lunak peretas yang mencuri data.

Andi Prasetyo, pakar keamanan digital, menyarankan, "Unduh aplikasi hanya dari platform resmi seperti Google Play Store atau App Store.

Jangan pernah memberikan data pribadi seperti PIN, kata sandi, atau kode OTP. Hindari aplikasi yang meminta deposit awal."

>>> Ducati Akui Tertinggal dari Aprilia di MotoGP 2026

Masyarakat juga diimbau meneliti rating dan ulasan pengguna lain sebelum memasang aplikasi untuk meminimalkan risiko penipuan.