Umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ketaatan dan rasa syukur kepada Allah SWT dengan memperbanyak amalan ibadah saat memasuki Tahun Baru Islam.

Melaksanakan puasa sunnah menjadi salah satu bentuk amalan yang sangat dianjurkan pada awal bulan Muharram.

>>> Rupiah Menguat Tajam Imbas Penurunan Harga Minyak Dunia

Ibadah puasa di bulan Muharram menempati kedudukan yang istimewa dalam ajaran Islam.

Amalan ini bahkan disebut sebagai salah satu puasa sunnah yang paling utama setelah berpuasa di bulan Ramadhan.

Masyarakat Muslim yang berniat menunaikan puasa sunnah pada 1 Muharram perlu melafalkan bacaan niatnya.

Niat tersebut dapat dibaca mulai malam hari hingga sebelum matahari tergelincir, asalkan belum melakukan hal membatalkan puasa sejak Subuh.

Berikut adalah bacaan niat puasa sunnah awal Muharram: نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى (Nawaitu shauma-sy-syahri-l-muharrami sunnatan lillaahi ta’aala) yang artinya: “Saya berniat puasa bulan Muharram sunnah karena Allah Ta’ala.”

Selain membaca niat, umat Islam juga dianjurkan untuk melaksanakan sahur sebelum menjalankan puasa sunnah.

Ragam Keutamaan Menunaikan Puasa Muharram

Bulan Muharram menyimpan banyak keistimewaan karena termasuk dalam salah satu bulan yang disucikan dan dimuliakan dalam Islam.

Keutamaan puasa di bulan ini ditegaskan dalam sebuah hadis: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram.

Dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim)

Penegasan tersebut memperlihatkan betapa besarnya pahala berpuasa di bulan Muharram jika dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya di luar Ramadhan.

Keutamaan besar dari ibadah ini bertumpu pada momen tanggal 10 Muharram atau yang dikenal sebagai Hari Asyura.

Rasulullah SAW menerangkan bahwa ibadah puasa pada hari tersebut dapat menghapuskan dosa setahun sebelumnya.