“Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat.” (HR Muslim, dari Abu Qatadah r.

>>> Ducati Akui Tertinggal dari Aprilia di MotoGP 2026

a. )

Umat Islam juga disarankan memperluas amalan dengan berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu'a) serta tanggal 11 Muharram demi menyempurnakan ibadah tersebut.

Hari Asyura tidak sekadar menjadi momentum berpuasa, melainkan juga waktu yang tepat untuk memperbanyak kebaikan kepada anggota keluarga.

Memberikan kelapangan kepada keluarga pada hari tersebut mendatangkan berkah tersendiri.

Rasulullah menjanjikan bahwa siapa yang memberikan kelapangan kepada keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan melapangkan rezekinya sepanjang tahun.

Bulan Muharram, khususnya Hari Asyura, menjadi saksi sejarah dari berbagai peristiwa besar yang dialami oleh para utusan Allah SWT.

Momentum ini memuat peristiwa diterimanya taubat Nabi Adam AS setelah diturunkan ke bumi.

Sejarah juga mencatat penyelamatan Nabi Nuh AS dari bencana banjir bandang, serta diselamatkannya Nabi Ibrahim AS dari kobaran api Raja Namrud.

Hari Asyura juga identik dengan momentum Nabi Musa AS yang selamat dari kejaran Fir'aun di Laut Merah.

Peristiwa agung lainnya mencakup keluarnya Nabi Yunus AS dari perut ikan besar, kesembuhan Nabi Ayyub AS dari penyakit berat, serta ampunan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW.

Momentum Memperkuat Iman di Awal Tahun Hijriah

Pergantian tahun dalam kalender Islam menjadi momentum yang tepat bagi setiap Muslim untuk memperkuat keimanan.

Awal tahun Hijriah ini seyogianya diisi dengan semangat ketaatan yang baru lewat berbagai amal saleh.

>>> Pawns App Catat Lonjakan Unduhan, Tawarkan Cuan dari Isi Survei

Melalui ibadah puasa sunnah, memperbanyak amal saleh, serta mengambil pelajaran dari kisah para nabi, umat Islam dapat menjadikan Muharram sebagai awal perubahan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Allah SWT.