Manajer tim Ducati Davide Tardozzi mengakui performa timnya pada awal musim MotoGP 2026 seperti mimpi buruk.

Hal itu disebabkan oleh dominasi Aprilia yang memenangi lima dari delapan seri balapan pertama.

>>> Pawns App Catat Lonjakan Unduhan, Tawarkan Cuan dari Isi Survei

Kondisi ini berbanding terbalik dengan musim 2025 saat Ducati meraih tiga gelar sekaligus. Marc Marquez menjadi juara dunia pada tahun tersebut.

Sejauh ini Ducati baru mengemas satu kemenangan melalui Marc Marquez di Hungaria. Sementara itu, Aprilia mendominasi lewat empat kemenangan Marco Bezzecchi dan satu kemenangan Jorge Martin.

Evaluasi Ducati untuk Mengejar Ketertinggalan

Tardozzi menjelaskan bahwa pencapaian timnya saat ini berada di bawah target awal.

Namun, kemenangan Marquez serta podium beruntun Francesco Bagnaia menjadi modal positif menjelang balapan berikutnya di Brno, Republik Ceko.

"Terus terang saja, iya," ungkap Tardozzi saat ditanya apakah dia terkejut dengan kekuatan Aprilia.

Pria asal Italia berusia 67 tahun tersebut menambahkan bahwa dirinya sempat optimistis setelah tes di Sepang, sebelum melihat kemajuan pesat yang ditunjukkan oleh tim kompetitornya.

>>> Pedro Acosta Raih Pole Position Perdana di MotoGP Catalunya 2026

"Soalnya setelah Sepang, saya tadinya sangat percaya diri bahwa ini seharusnya jadi musim yang menyenangkan buat kami, bukan mimpi buruk seperti beberapa balapan pertama," sambung Tardozzi.

Pihak manajemen Ducati langsung melakukan evaluasi bersama kepala mekanik Gigi Dall'Igna untuk memangkas jarak performa motor dengan kubu Aprilia pada balapan-balapan selanjutnya.

"But after we started to work, Gigi did a great job with the engineers, and I think we closed the gap a little bit with Aprilia.

It's not enough, for me, but with the riders we have, I think we managed to close the gap again," lugas Tardozzi.

Upaya Ducati untuk mengejar ketertinggalan poin dari Aprilia akan berlanjut pada akhir pekan ini di Sirkuit Brno, Republik Ceko.

>>> Lisa BLACKPINK Cetak Sejarah di Pembukaan Piala Dunia 2026

Ducati memenangi dua dari empat edisi balapan terakhir di sirkuit tersebut.