Badan Gizi Nasional (BGN) mendapatkan alokasi pagu indikatif anggaran sebesar Rp270 triliun untuk tahun 2027. Jumlah itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat tertutup bersama Komisi IX DPR.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengungkapkan, pagu tersebut berdasarkan surat dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Bappenas. Anggaran itu akan digunakan untuk 81,5 juta penerima manfaat.

>>> Superindo Diskon Buah Segar hingga 10 Persen pada 15 April 2026

Meski demikian, nominal tersebut masih bersifat dinamis. BGN berencana melakukan penyisiran kembali rincian anggaran agar program lebih tepat sasaran.

Penataan Ulang Penerima Manfaat

Sepanjang sisa tahun 2026, BGN akan membenahi tata kelola dan menata ulang daftar penerima manfaat. Lembaga ini juga membuka masukan dari para pakar serta Kementerian Kesehatan.

Salah satu skenario penyesuaian adalah mencoret anak SMA dari keluarga mampu dari daftar penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

>>> Rupiah Menguat ke Rp 17.663 per Dolar AS pada 15 Juni 2026

Kebijakan itu diperkirakan mengurangi kuota penerima hingga 8 juta orang.

Namun, efisiensi nominal belum dapat dipastikan karena masih menunggu pembahasan formal dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas. BGN terus mengkaji ulang angka penerima manfaat sesuai RPJMN 2027.

>>> Kiandra Ramadhipa Finis Pertama di Estoril, Jaga Peluang ke Moto3 2027

Agustina menegaskan, tujuan utama adalah indikator intervensi gizi tercapai dengan penerima manfaat yang lebih fokus. Proses pembahasan masih berlangsung dan belum final.