Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengusulkan pagu indikatif anggaran tahun anggaran 2027 sebesar Rp2,81 triliun.

Usulan ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (15/6/2026).

>>> Superkomputer Opta Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Anggaran tersebut ditujukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Fokusnya pada peningkatan produktivitas, investasi, serta kinerja industri.

Alokasi Anggaran Terbesar untuk Dukungan Manajemen

Alokasi dana terbesar senilai Rp2,05 triliun akan diarahkan untuk program dukungan manajemen. Termasuk di dalamnya pembenahan sistem digital kepabeanan dan cukai.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama memohon persetujuan para legislator.

"Kami dengan hormat memohon kepada pimpinan dan anggota Komisi XI DPR untuk dapat menyetujui usulan rencana kerja dan pagu indikatif DJBC sebesar Rp2,81 triliun," ujarnya.

Komponen terbesar dalam pagu tersebut difokuskan pada harmonisasi regulasi, penguatan teknologi informasi, pengelolaan SDM, layanan bantuan hukum, serta peningkatan infrastruktur CEISA 4.0 dan Smart Customs and Excise System.

>>> Kiper Cabo Verde Vozinha Pakai Nama Unik di Piala Dunia 2026

Selain pos manajemen, DJBC mengalokasikan Rp749,37 miliar untuk program pengelolaan penerimaan negara.

Dana ini digunakan untuk patroli laut bersama, pembentukan satgas barang ilegal, audit, hingga penanganan perkara hukum.

Program kebijakan fiskal, sektor keuangan, dan ekonomi mendapat porsi terkecil sebesar Rp4,16 miliar. Alokasi ini untuk perumusan tarif ASEAN dan kerja sama internasional.

Seluruh rancangan kerja ini diharapkan mengoptimalkan penerimaan negara dan memperkuat fungsi pengawasan kepabeanan.

>>> Pau Cubarsi Siap Pimpin Pertahanan Spanyol di Piala Dunia

"Rencana ini diarahkan untuk mewujudkan empat tujuan strategis, yaitu mendukung kebijakan fiskal, memperkuat diplomasi dan kerjasama ekonomi, mengoptimalkan penerimaan negara, serta meningkatkan efektivitas pengawasan dan dukungan ekonomi," tutup Djaka Budhi Utama.