Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 260 poin atau 4,3 persen ke posisi 6.267,5 pada perdagangan Senin (15/6/2026).

Lonjakan ini dipicu oleh tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mengakhiri blokade di Selat Hormuz.

>>> Kalah Telak dari Swedia, Sabri Lamouchi Dipecat Timnas Tunisia

Kesepakatan tersebut mendorong penurunan harga minyak dunia sebesar 4 persen ke level US$ 84 per barel, sementara harga emas rebound 2 persen mendekati US$ 4.300 per oz.

Sentimen positif juga menguatkan bursa Asia dan indeks futures AS.

Saham Emas dan Konglomerasi Terdorong

Lead Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Edi Chandren, menyatakan saham komoditas terutama emas seperti EMAS, BRMS, ARCI, dan HRTA berpotensi reli.

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melesat 19,8 persen ke level Rp 635, dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) melejit 15,3 persen ke Rp 1.125.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 11,2 persen ke Rp 2.170, sedangkan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menguat 2,8 persen ke Rp 7.175.

Edi menambahkan sentimen risk-on berpotensi mendorong saham konglomerasi secara umum.

>>> Jadwal MPL ID S17 Pekan 7 Hari 1: Geek Fam vs Dewa United

Penurunan harga minyak ke level US$ 80 per barel berpotensi mengurangi kekhawatiran fiskal pemerintah, menjadi sentimen positif bagi rupiah dan saham blue chip.

Fase Terburuk Dinilai Telah Berakhir

Head of Equity Research Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi, dan tim menilai fase terburuk pasar saham Indonesia telah berakhir.

Investor mulai memanfaatkan peluang akumulasi saham di harga murah.

Penguatan rupiah ke bawah Rp 18.000 per dolar AS didorong respons kebijakan tegas Bank Indonesia (BI), termasuk kenaikan suku bunga acuan 75 basis poin secara kumulatif dalam sebulan.

Stabilitas rupiah juga didukung tata kelola baru ekspor komoditas SDA, pengeluaran fiskal lebih rendah pada program Makan Bergizi Gratis, dan rasionalisasi anggaran koperasi desa.

>>> Katalog Promo JSM Alfamart 17-19 April 2026: Diskon Besar untuk Kebutuhan Harian

Aliran dana asing kembali masuk ke pasar saham domestik, memberikan tambahan sentimen positif terhadap rupiah.