Bek muda Barcelona, Pau Cubarsi, bersiap mengemban tanggung jawab besar bersama Tim Nasional Spanyol menjelang pertandingan pembuka mereka di Piala Dunia.

Pemain berusia 19 tahun itu berpeluang besar menjadi starter di lini belakang.

>>> Komisi X DPR Setujui Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker

Performa apiknya di klub serta absennya sejumlah pemain kunci seperti Dean Huijsen dan Robin Le Normand membuka jalannya.

Cubarsi menyatakan terus bekerja keras meningkatkan kemampuan kepemimpinan. Ia ingin menjaga fokus dan membantu organisasi permainan tim di lapangan.

"Pada akhirnya, usia hanyalah angka.

Saat di lapangan, tidak ada yang melihat usia Anda, melainkan apa yang bisa Anda lakukan dengan baik," kata Cubarsi.

Pemain binaan akademi Barcelona itu menambahkan bahwa dirinya ingin menjadi pemimpin yang baik bagi rekan setim.

"Saya terus berusaha menjadi pemimpin yang hebat, karena itu membantu saya tetap fokus dan memberi instruksi yang baik," ujarnya.

Kehadiran banyak pemain Barcelona di skuad Spanyol dinilai membantu membangun kemistri tim yang kuat.

"Ya, ada banyak pemain Spanyol dan kami sangat senang bisa membantu tim nasional," kata Cubarsi.

Ia juga mengungkapkan empati kepada rekan setim yang tidak terpilih.

"Beberapa rekan tidak masuk dan saya merasa sedih untuk mereka, tetapi yang lain datang dengan antusiasme luar biasa dan kami ingin berbuat baik untuk membawa kegembiraan bagi yang tidak bisa hadir," ujarnya.

Cubarsi mengakui ada perbedaan taktik signifikan antara bermain untuk klub dan tim nasional di bawah asuhan Luis de la Fuente.

"Tidak, dua gaya berbeda di Barça dan tim nasional," katanya.

Mengenai sejarah, Cubarsi mengingat gol ikonik mantan kapten Barcelona, Carles Puyol, di semifinal Piala Dunia. Ia bermimpi bisa mengulang momen serupa.