"Jika bisa dilakukan, itu akan luar biasa. Pertama, karena kami sudah berada di semifinal dan itu fantastis.

Dan jika di atas itu saya bisa membantu tim dengan cara itu, itu akan spektakuler," ujar Cubarsi.

Cubarsi juga mengungkapkan kekagumannya kepada Lionel Messi dan berharap bisa berhadapan dengannya. "Ya, dia adalah idola saya sejak kecil.

Saya belum pernah melihatnya secara langsung, bahkan di lapangan," katanya.

Kendati lebih memilih bermain bersama, ia menegaskan akan tampil maksimal jika bertemu Messi sebagai lawan.

"Saya lebih suka bermain bersamanya, tetapi jika melawannya, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk bertahan," ujarnya.

>>> Timnas Vietnam Panggil 28 Pemain untuk Piala AFF 2026, Tiga Naturalisasi Debut

Dalam wawancara dengan MARCA, Cubarsi menegaskan tidak terganggu oleh ekspektasi eksternal. "Saya tidak merasakan tekanan dari luar.

Saya memberi tekanan pada diri sendiri untuk menjadi pemain yang lebih baik," katanya.

Ia menyadari besarnya tuntutan bermain di klub sebesar Barcelona, tetapi hal itu tidak membatasi kebebasannya.

"Saya merasa bertanggung jawab bermain untuk klub terbaik di dunia, tetapi saya tidak pernah merasa dibatasi. Jika saya ingin pergi ke suatu tempat, saya merasa bebas melakukannya," ujarnya.

Cubarsi mengapresiasi peran lingkaran terdekatnya dalam menjaga mentalitas.

"Keluarga, perwakilan, teman, dan orang-orang yang melihat saya tumbuh mengingatkan saya dari mana saya berasal dan siapa saya," katanya.

Ia menempatkan nilai-nilai moral dari rumah sebagai prioritas utama dan mengidolakan sang ayah.

"Saya sangat menghargai nilai-nilai yang saya pelajari di rumah: menjadi diri sendiri, tetap rendah hati, dan menjadi orang baik.

Ayah saya adalah panutan," ujarnya.

Di luar sepak bola, pemain muda ini mengisi waktu luang dengan membaca dan menonton film. "Akhir-akhir ini saya sangat menyukai seri Harry Potter.