Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science pada tahun 2024 mengungkapkan bahwa pria dan wanita memiliki ritme yang berbeda saat jatuh cinta.

Penelitian ini melibatkan 3.867 orang dewasa di Amerika Serikat yang diminta mencatat perasaan cinta mereka setiap 30 menit selama 10 hari berturut-turut, diulang empat kali dalam setahun.

>>> Islam Memandang Mitos Malam Satu Suro dari Sudut Pandang Syariat

Hasilnya menunjukkan bahwa dalam hubungan heteroseksual, wanita dua kali lebih sering melaporkan perasaan cinta saat bersama pasangan pada masa pertunangan.

Fase pertunangan memicu lonjakan emosi romantis yang kuat pada wanita, menciptakan kedekatan emosional yang intens.

Pola Cinta Pria Lebih Stabil

Namun, pada dua tahun pertama pernikahan, laporan perasaan cinta dari wanita cenderung menurun.

Psikolog Mark Travers, Ph. D.

>>> Kuda Naga Sembilan Juarai Piala Bergilir Paku Alam 2026

, menjelaskan bahwa pria dan wanita sebenarnya memiliki kadar cinta yang setara dalam hubungan jangka panjang.

Perbedaan mendasar terletak pada pergeseran intensitas emosi setelah status berubah menjadi suami-istri.

Pria menunjukkan grafik emosi yang lebih konsisten karena tidak mengalami lonjakan setinggi wanita saat pertunangan, dan juga tidak menghadapi penurunan tajam setelah menikah.

Perasaan romantis pada pria berkembang secara bertahap dan memiliki kurva yang lebih stabil.

>>> Kiai dan Pesantren Wajib Berani Ambil Langkah Perubahan Demi Hadapi Zaman

Perbedaan ini tidak menunjukkan tingkat kasih sayang, melainkan cara emosi tumbuh dan beradaptasi seiring waktu.