Pernikahan merupakan komitmen seumur hidup yang memerlukan sikap selektif dalam memilih pasangan.

Ada beberapa tanda peringatan atau red flag yang perlu diwaspadai sebelum melangkah ke pelaminan agar hubungan tidak menjadi toxic.

>>> Umat Islam Dianjurkan Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Hijriah

Istilah red flag merujuk pada tanda alarm bahaya mengenai adanya perilaku tidak sehat atau manipulatif dari seseorang.

Tanda ini mengindikasikan bahwa hubungan berpotensi membahayakan kesehatan mental salah satu pihak.

Pola Perilaku yang Perlu Diwaspadai

Pola perilaku pertama yang perlu diwaspadai adalah gaslighting yang dibungkus dengan alasan rasa sayang.

Perilaku ini membuat seseorang selalu merasa salah dan mempertanyakan ingatan atau perasaannya sendiri akibat manipulasi pasangan.

Indikasi kuat lain dari hubungan yang tidak sehat adalah perubahan suasana hati yang ekstrem atau mood swing disertai kekerasan fisik.

Kebiasaan meledak-ledak karena masalah sepele hingga merusak barang atau main tangan cenderung sulit hilang setelah menikah.

Kontrol berlebihan terhadap pasangan juga menjadi tanda bahaya yang nyata dalam sebuah hubungan.

>>> Bolehkah Berhubungan Suami Istri pada Malam 1 Suro? Ini Penjelasannya

Perilaku seperti melarang bertemu teman, memeriksa ponsel secara berkala, hingga mengatur pakaian menunjukkan adanya dominasi, bukan kepedulian.

Hambatan Komunikasi dan Ketidakcocokan Visi

Masalah komunikasi, seperti memilih silent treatment atau menghilang saat menghadapi persoalan, menjadi kendala besar.

Sikap menutup diri dan menolak berdiskusi akan menyulitkan penyelesaian masalah ketika sudah hidup bersama dalam rumah tangga.

Perbedaan prinsip hidup yang bertolak belakang mengenai masa depan juga tidak boleh dipaksakan jika tidak ada kompromi.

Hal ini mencakup pandangan yang berbeda mengenai karier, kehadiran anak, hingga metode pengelolaan keuangan.

Keberadaan tanda red flag bukan berarti hubungan harus langsung diakhiri, melainkan menjadi momentum untuk berdiskusi secara serius.

>>> Keutamaan dan Niat Puasa Sunah di Bulan Muharram

Namun, jika pasangan bersikap defensif dan menolak mendengarkan, keputusan untuk melanjutkan hubungan perlu dipertimbangkan kembali.