Menilai kejujuran lawan bicara dalam percakapan seringkali menjadi tantangan. Namun, tanda-tanda ketidakjujuran sebenarnya bisa dideteksi melalui pilihan kata dan pola kalimat yang digunakan.

Dilansir dari HaiBunda yang mengutip CNBC Make It, terdapat beberapa karakteristik verbal yang menjadi indikator seseorang menyembunyikan kebenaran saat berinteraksi.

>>> Studi Ungkap Perbedaan Ritme Pria dan Wanita Saat Jatuh Cinta

7 Ciri Verbal Orang Tidak Jujur

Pertama, individu tidak jujur kerap menggunakan kata absolut seperti "selalu" atau "tidak pernah". Klaim ini dipakai untuk memperkuat argumen agar terdengar meyakinkan.

Sebaliknya, orang jujur cenderung memilih kosakata realistis seperti "sering", "biasanya", atau "kadang-kadang".

Kedua, mereka sering merendahkan pencapaian diri sendiri secara halus untuk meraih pujian. Mereka membagikan kisah sukses dengan dalih bercerita, padahal targetnya mencari pengakuan.

Ketiga, suka menjatuhkan orang lain. Pelaku kebohongan kerap mengkritik keburukan orang lain di depan Anda untuk membangun kepercayaan semu.

>>> Mitos Weton Tulang Wangi: Haruskah Kurung Diri Saat Malam Satu Suro?

Keempat, bersikap defensif terhadap kritik. Mereka merasa tidak nyaman saat dipertanyakan, lalu memutarbalikkan topik, membuat lelucon berlebihan, atau menyerang balik.

Kelima, fokus memenangkan argumen, bukan kebenaran. Mereka tidak ragu menyindir, menyerang ranah pribadi, atau mengalihkan fokus masalah utama.

Keenam, menyampaikan penjelasan berbelit-belit. Durasi bicara panjang namun minim informasi substantif, dengan istilah rumit dan pengulangan kalimat.

Ketujuh, kesulitan menyampaikan maaf yang tulus. Saat terpaksa meminta maaf, mereka menyisipkan alasan pembenaran atau melimpahkan kesalahan ke pihak lain.

>>> Kenali Tanda Red Flag Pasangan Sebelum Memutuskan Menikah

Mengenali ciri-ciri ini dapat membantu Anda lebih waspada dalam berinteraksi dan menilai kejujuran lawan bicara.