Mengenali kebohongan dalam percakapan sehari-hari bukanlah hal mudah.

Namun, para ahli dan riset menunjukkan bahwa kebohongan meninggalkan jejak yang bisa diamati melalui bahasa tubuh dan gaya bicara.

>>> Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 di Sulsel Resmi Dibuka, Simak Jadwal dan Syaratnya

Beberapa kebohongan ringan mungkin dilakukan untuk menjaga perasaan. Namun, untuk kebohongan yang lebih serius, penting untuk waspada terhadap sinyal fisik tertentu.

Tanda-Tanda Fisik yang Perlu Diperhatikan

Berikut adalah enam indikator fisik yang sering muncul saat seseorang mencoba menutupi kebenaran:

  • Gerakan tangan yang terlambat: Pembohong cenderung menggerakkan tangan setelah berbicara, bukan saat mengucapkan kalimat.
  • Kegelisahan tubuh: Gerakan repetitif seperti mengayunkan kaki atau memiringkan kepala secara tidak wajar dapat terlihat.
  • Ekspresi wajah yang kaku: Senyuman yang tidak melibatkan otot di sekitar mata menandakan senyum palsu.
  • Perubahan warna kulit: Wajah yang tiba-tiba pucat akibat reaksi sistem saraf terhadap stres.
  • Produksi keringat berlebih: Bintik keringat di dahi, bibir atas, atau dagu meski suhu ruangan normal.
  • Intonasi suara berubah: Nada bicara mendadak meninggi atau volume suara yang tidak stabil.

Beban kognitif saat mengarang cerita memengaruhi kontrol motorik dan reaksi biologis. Otak yang sibuk menyusun skenario palsu sering gagal menyelaraskan gerakan tubuh dengan kata-kata.

Analisis Perilaku Pembohong

Menurut Tracy Brown, ahli deteksi kebohongan yang pernah berlatih bersama FBI, isyarat tangan yang terlambat terjadi karena otak terlalu fokus pada alur cerita.

Pembohong juga cenderung menggunakan kedua tangan saat memberi isyarat sebagai upaya bawah sadar meyakinkan lawan bicara.

Sebuah studi tahun 2015 memperkuat temuan ini. Orang yang tidak jujur sering menggunakan gerakan tangan berlebihan untuk meyakinkan.

>>> Pemain Forza Horizon 6 Kena Banned 3 Hari Gara-Gara Livery Mobil, Ini Alasannya