Pura Mangkunegaran Angkat Filosofi Mulih kagem Pulih di Malam 1 Suro
Pura Mangkunegaran Surakarta menggelar peringatan malam 1 Suro Be 1960 dengan tema Mulih kagem Pulih, yang berarti pulang untuk pulih.
Tema besar ini dirangkum dalam tiga kata kunci utama: Mulih, Manunggal, dan Pulih. Ketiganya sarat makna filosofis yang menjadi ruh perayaan.
>>> Tulang Wangi Kembali Jadi Perbincangan Menjelang Malam 1 Suro, Ini Maknanya
Dalam bahasa Jawa, mulih berarti pulang.
Namun, di Mangkunegaran, filosofi ini dimaknai sebagai perjalanan kembali kepada diri sendiri, mengenali esensi sejati di tengah kesibukan modern.
Masyarakat diajak berhenti sejenak untuk berefleksi, bukan untuk menghindari kenyataan, melainkan memahami arah tujuan hidup ke depan.
Tahap berikutnya adalah manunggal, yang berarti menyatu atau selaras. Filosofi ini mengajak seseorang menghadirkan kesadaran penuh terhadap momen saat ini.
Konsep manunggal membantu menyelaraskan pikiran, perasaan, dan tindakan, sehingga terhindar dari penyesalan masa lalu maupun kekhawatiran masa depan.
Tujuan akhir dari rangkaian spiritual ini adalah pulih, yaitu menemukan keseimbangan baru. Pulih bukan berarti menghapus luka, melainkan menerima pengalaman untuk melangkah lebih matang.
>>> 5 Tempat Wisata Legendaris di Jakarta yang Selalu Ramai Pengunjung
Tiga Fase Kehidupan
Makna Mulih, Manunggal, dan Pulih bertumpu pada tiga fase narasi dasar 1 Sura Be 1960. Fase pertama adalah Atita, yaitu melepaskan hal-hal yang telah berlalu.
Fase kedua disebut Atiki, berarti hadir secara sadar pada ruang antara masa lalu dan masa depan. Fase ketiga adalah Anagata, yaitu menyambut masa depan dengan harapan baru.
Peringatan tahun ini juga menandai transisi dari Tahun Dal 1959 menuju Tahun Be 1960 dalam kalender Jawa.
Tahun Dal dimaknai sebagai masa ujian, sedangkan Tahun Be menjadi fase refleksi.
Menarik Perhatian Perantau
Kedalaman makna tradisi ini berhasil memikat masyarakat luar daerah untuk menyaksikan langsung kirab di Mangkunegaran. Salah satunya adalah Nindi, mahasiswa asal Kalimantan yang kuliah di Solo.
Nindi mengaku sudah lama ingin menyaksikan momen ini.
>>> David GadgetIn Ungkap Kelebihan dan Kekurangan iPhone 14 di 2026
Ia sempat kehabisan tiket pada gelombang pertama pendaftaran online yang habis dalam 30 menit, namun akhirnya berhasil mendapatkan tiket setelah kuota tambahan dibuka.
Update Terbaru
Aturan SPMB SMP Bandung 2026: Syarat Usia dan Domisili Diperketat
Senin / 15-06-2026, 19:24 WIB
Pemerintah Cairkan Bansos PKH dan BPNT Tahap Dua Juni 2026
Senin / 15-06-2026, 19:24 WIB
Harga Perak Antam 15 Juni 2026 Naik Besar Jadi Rp 47.150 per Gram
Senin / 15-06-2026, 19:23 WIB
Bioskop Trans TV Malam Ini Tayangkan Film The Equalizer
Senin / 15-06-2026, 19:21 WIB
Telkomsel dan Fola Play Hadirkan Paket Bundling Streaming Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 19:20 WIB
Hajime Moriyasu Kecewa Jepang Hanya Imbang Lawan Belanda
Senin / 15-06-2026, 19:20 WIB
Anjing Lahap Daging Restoran BBQ di China Picu Kecaman Publik
Senin / 15-06-2026, 19:20 WIB
Aktivis Rohingya Noor Azizah Dikecam Warganet Tiga Negara
Senin / 15-06-2026, 19:20 WIB
Erick Thohir Naturalisasi Dua Pesepak Bola Australia Keturunan Indonesia
Senin / 15-06-2026, 19:20 WIB
Shin Tae-yong Akui Gugup Latih Persija Jakarta
Senin / 15-06-2026, 19:20 WIB
CEO Danantara Sebut Pelemahan IHSG Berkah bagi Investor Global
Senin / 15-06-2026, 19:19 WIB
IHSG Melonjak 5,03 Persen ke Level 6.309 pada Sesi Pertama
Senin / 15-06-2026, 19:18 WIB
Aktivis Rohingya Noor Azizah Dikecam Usai Pidato Singgung Indonesia, Malaysia, Thailand
Senin / 15-06-2026, 19:18 WIB
TVRI Siarkan Langsung Swedia vs Tunisia di Piala Dunia 2026 Hari Ini
Senin / 15-06-2026, 19:17 WIB






