Ratusan warga di Lingkungan Rekesan, Kelurahan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menggelar tradisi adat sedekah bumi pada Minggu (14/6/2026) pagi.

Ritual dua tahunan di lereng Gunung Arjuno ini bertujuan menjaga warisan leluhur sekaligus mempererat kebersamaan.

>>> Jaksa Agung Florida Gugat OpenAI dan Sam Altman soal Keselamatan Pengguna

Masyarakat dari tiga RT di RW 05 Rekesan bergotong-royong mengarak ancak, yaitu gunungan besar berisi hasil bumi, sayuran, buah-buahan, jajanan pasar, bahan pokok, hingga lauk-pauk daging ayam dan sapi.

Seluruh makanan tersebut dibagikan gratis kepada masyarakat umum dan wisatawan.

Kesenian Tradisional dan Doa Bersama

Acara yang berlangsung dari ujung timur desa menuju lapangan di depan Balai RW ini dimeriahkan oleh kesenian tradisional bantengan.

Warga menghias ancak secara kreatif dengan berbagai replika seperti hewan ternak, miniatur candi, dan ornamen unik lainnya.

Sebagai wujud rasa syukur atas kesehatan, kedamaian, dan rezeki, warga secara swadaya menyembelih seekor sapi setelah melalui prosesi doa bersama yang dipimpin oleh sesepuh kampung.

>>> Semen Padang FC Pilih Stadion Patriot Bekasi sebagai Kandang Sementara Liga 2

Rangkaian acara sosial dan kesenian ini sebenarnya sudah dimulai sejak sehari sebelumnya.

Ketua RW 05 Rekesan, Subagyo, menjelaskan bahwa esensi utama ritual ini adalah wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menjadi media perekat sosial kemasyarakatan.

"Alhamdulillah, melalui Sedekah Bumi kita berharap seluruh warga Rekesan semakin guyub rukun, seger waras (sehat walafiat), dan selalu bahagia," ujar Subagyo.

Ia menambahkan bahwa prosesi arak-arakan hasil bumi bergerak menuju pusat kegiatan di lapangan desa.

Pelaksanaan tradisi dua tahunan ini turut menarik perhatian para pengunjung dari luar daerah yang sengaja datang untuk menyaksikan kerukunan warga setempat.

>>> Menag Ajak Masyarakat Maknai 1 Muharam 1448 H sebagai Momentum Hijrah

"Senang rasanya bisa melihat kebersamaan dan kebahagiaan warga sambil menyaksikan arak-arakan ancak dan pertunjukan kesenian bantengan," tutur Herawati, salah seorang pengunjung dari desa lain.