Keraton Kasunanan Surakarta mulai melepas lima ekor kebo bule keturunan Kyai Slamet dari kandang di Alun-alun Kidul, Solo, pada Sabtu (13/6/2026).

Pelepasan ini merupakan bagian dari persiapan teknis menjelang upacara adat Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro yang dijadwalkan pekan depan.

>>> Transmart Full Day Sale: Mesin Cuci Sharp Rp 4 Jutaan dengan Kartu Kredit

Prosesi pelepasan dikemas dalam Gladi Mahesa, yaitu latihan dan peregangan kaki agar kondisi fisik hewan lambang budaya tersebut prima saat mengitari kawasan keraton.

Serati Mahesa atau pawang kerbau, Heri, menjelaskan latihan jalan ini penting karena kawanan kebo bule sudah lama tidak keluar dari kandang.

"Selama dua hari dikeluarkan, hari ini, sama besok. Buat latihan jalan, karena lama tidak keluar (kandang), biar kakinya lemas (peregangan).

Biasanya lari (setelah dikeluarkan), tapi ini sepertinya kakinya kaku," kata Heri.

Kawanan yang dipersiapkan terdiri dari tiga ekor betina dan dua ekor jantan, dengan usia berkisar antara 3 hingga 13 tahun.

Menurut Heri, sifat rewel salah satu kerbau akibat faktor alami tidak akan mengganggu jadwal ritual yang sudah tersusun.

"Ada lima ekor (yang dilepas). Betinanya 3 ekor, jantannya 2 ekor.

Namanya paling tua Nyai Paing (13), Ponco, Watin, Mugi, dan paling kecil Suro (3). Ada yang birahi kayake, agak rewel, tapi besok sudah tidak.

Biasa kalau 1-2 hari seperti itu," ucap Heri.

Pihak perawat memastikan seluruh kerbau akan menjalani ritual pemandian atau jamasan pada sore hari tepat sebelum hari pelaksanaan kirab.

>>> Cara Membuat Sambal Bawang ala Bu Rudy Surabaya, Pedas Menggugah Selera

Pola makan sehari-hari hewan sakral ini tetap dijaga normal menggunakan pakan alami seperti ketela, jagung, dan rumput segar.