"Lima ekor kebo disiapkan untuk kirab 1 suro. Jadi dua hari ini keliling Keraton, Senin diistirahatkan, Selasanya ikut kirab," ucap Heri.

Pihak manajemen adat keraton menegaskan bahwa latihan intensif bagi hewan pusaka ini murni bersifat teknis.

Penegasan tersebut disampaikan untuk menjamin kelancaran seluruh rangkaian upacara tradisional tahunan tersebut.

"Gladi Mahesa merupakan bagian dari rangkaian persiapan Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro Tahun Be 1960 atas Dawuh Dalem Sri Susuhunan Paku Buwono XIV.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan seluruh tahapan yang berkaitan dengan prosesi kirab dapat berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan," kata KPA Singonagoro, Juru Bicara Paku Buwono (PB) XIV Purbaya.

Otoritas keraton juga meminta komitmen bersama dari segenap elemen masyarakat dan kerabat istana demi kesuksesan acara.

Keamanan dan kekhidmatan sepanjang rute kirab menjadi prioritas utama yang harus dijaga bersama.

"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari Gladi Mahesa hingga pelaksanaan Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro, dapat berjalan lancar, aman, dan khidmat.

Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban serta menghormati jalannya prosesi adat yang menjadi bagian dari warisan budaya bangsa," kata KPA Singonagoro.

>>> MSCI dan FTSE Russell Tinjau Aksesibilitas Pasar Modal Indonesia pada Juni 2026

Upacara inti Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro Tahun Be 1960 sendiri dijadwalkan berlangsung pada Selasa (16/6/2026) malam.