Pelaku pasar keuangan mencermati agenda peninjauan aksesibilitas pasar modal Indonesia oleh MSCI pada 18 Juni 2026 dan evaluasi indeks oleh FTSE Russell pada 22 Juni 2026.

Langkah ini menjadi perhatian setelah terjadi perubahan besar pada komposisi indeks global dalam beberapa bulan terakhir.

>>> Wuling Pamerkan Mobil Listrik hingga SUV di Jakarta Fair 2026

Pengeluaran tujuh saham Indonesia dari indeks standar MSCI pada evaluasi Februari dan Mei sebelumnya memberikan dampak signifikan bagi pasar domestik.

Ketujuh saham yang dikeluarkan adalah INDF, BREN, DSSA, AMMN, TPIA, CUAN, dan AMRT.

Akibat pengurangan tersebut, representasi emiten Indonesia dalam indeks standar MSCI menyusut dari 18 saham menjadi hanya 11 saham.

Bobot investasi Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets juga turun ke kisaran 0,45% hingga 0,5% dari porsi awal sekitar 0,75%.

Head of Equity Research Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi, menyebut perubahan itu memicu arus keluar dana sekitar US$ 1,5 miliar yang terkonsentrasi pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.

Di sisi lain, penyesuaian indeks FTSE Russell pada akhir Juni diperkirakan memicu dampak terbatas karena dana kelolaannya lebih kecil daripada MSCI.

>>> Skotlandia Ungguli Haiti Lewat Gol John McGinn di Piala Dunia

Beberapa saham yang keluar dari FTSE meliputi GOTO, NCKL, DOID, dan CNMA.

Skenario dasar Samuel Sekuritas adalah Indonesia tetap mempertahankan status emerging market dalam tinjauan MSCI tanpa masuk daftar pemantauan.

Evaluasi kali ini merefleksikan penilaian terhadap rangkaian reformasi pasar modal Indonesia, termasuk kewajiban pengungkapan pemegang saham minimal 1%, penanganan konsentrasi kepemilikan saham tinggi, serta peta jalan peningkatan porsi free float menjadi 15%.

Prasetya Gunadi menambahkan bahwa dengan risiko penjualan paksa yang menurun dan valuasi yang masih murah, arus masuk asing berpotensi meningkat jika hasil tinjauan MSCI mendukung.

Meskipun ada peluang bagi saham ANTM, EMAS, dan BUMI untuk masuk kembali ke indeks MSCI pada Agustus 2026, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai risiko penyesuaian foreign inclusion factor.

>>> Pemilik Bengkel Ingatkan Bahaya Cuci Motor Listrik Menggunakan Steam

Selain itu, potensi rotasi investasi ke Vietnam yang akan masuk ke FTSE Emerging Markets mulai September 2026 turut menjadi faktor penentu arus modal ke depan.