PT Niramas Utama Tbk (JELI) bersiap meramaikan pasar modal domestik melalui rencana penawaran umum perdana saham atau IPO.

Produsen makanan ringan bermerek Inaco ini datang membawa angin segar di tengah sepinya pencatatan saham baru sepanjang paruh pertama tahun ini.

>>> Daftar SPKLU Mobil Listrik Wuling di Medan beserta Lokasinya

Langkah korporasi yang diambil oleh JELI ini menjadi momen penting untuk memecah kebuntuan aktivitas IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data yang dikutip dari Investor Daily, pergerakan emiten baru sejak Januari hingga pertengahan Juni tahun ini tercatat sangat minim.

Bursa Efek Indonesia sejauh ini baru mencatatkan satu emiten baru pada tahun ini, yaitu PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) yang melakukan listing pada 10 April 2026.

Sebelumnya, emiten perbankan PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) telah lebih dulu melantai di bursa pada 17 Desember 2025 lalu.

Dalam aksi korporasi ini, Niramas Utama menawarkan saham kepada publik sebanyak-banyaknya 350.000.000 lembar saham baru.

Jumlah saham yang dilepas tersebut setara dengan 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Manajemen menetapkan harga penawaran awal atau book building JELI berada pada kisaran Rp 900 hingga Rp 1.120 per saham.

Melalui prospektus resmi yang dirilis pada Minggu (14/6/2026), emiten produsen jeli ini berpotensi meraup dana segar hingga Rp 392 miliar.

Guna melancarkan proses melantai di bursa, perseroan telah menunjuk PT Sucor Sekuritas yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek atau lead underwriter.

Masa penawaran awal saham JELI dijadwalkan berlangsung pada tanggal 15 hingga 22 Juni 2026 mendatang.

Perseroan mengharapkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat turun pada tanggal 29 Juni 2026.