Pasar saham Wall Street menemukan metode baru untuk mengelola IPO skala raksasa. Debut saham SpaceX di Nasdaq pada Jumat, 12 Juni, berlangsung tanpa hambatan.

Kelancaran ini menarik perhatian pelaku pasar. Wall Street bersiap menyambut momentum penawaran saham jumbo lainnya, termasuk dari OpenAI dan Anthropic.

>>> Qatar Imbangi Swiss Lewat Gol Injury Time di Piala Dunia 2026

Sebelum IPO SpaceX, banyak yang khawatir dengan memori kelam debut Facebook 2012. Saat itu, gangguan teknis memicu kekacauan pasar.

Kali ini, infrastruktur sistem perbankan, bursa, market maker, dan lembaga kliring terbukti tangguh. Seluruh ekosistem sukses memproses jutaan pesanan tanpa kendala.

"Bank-bank di AS melakukan pekerjaan fantastis, tim SpaceX juga fantastis. Semuanya berjalan sangat mulus," kata CEO Stack Capital Group, Jeff Parks.

Persiapan Matang Menjadi Penentu Kelancaran

Berbagai pihak, mulai dari perbankan hingga operator bursa, telah melakukan uji ketahanan sistem selama beberapa pekan sebelum pencatatan saham SpaceX.

Manajemen Nasdaq mengonfirmasi koordinasi mendalam dengan seluruh pihak terkait.

>>> Arsenal Dekati Ayyoub Bouaddi, Gelandang Muda Lille Seharga 70 Juta Euro

"Kami bekerja sama dengan sangat baik dan melakukan banyak persiapan dengan mitra perbankan," kata CEO Nasdaq, Adena Friedman.

Morgan Stanley bertindak sebagai agen stabilisasi untuk menjaga stabilitas harga di tengah lonjakan permintaan investor.

Aktivitas Perdagangan Investor Memecahkan Rekor

Data Citadel Securities menunjukkan debut SpaceX memicu volume pesanan investor ritel terbesar yang pernah tercatat dalam lelang IPO.

Charles Schwab menerima lebih dari satu juta pesanan saham SpaceX dalam beberapa jam pertama perdagangan.

Meski volume permintaan sangat tinggi, pergerakan harga saham tetap stabil. Kepala Riset Horizon Investments, Mike Dickson, mengaku terkejut karena volatilitas tidak sebesar perkiraan.

>>> Brasil Hadapi Maroko Tanpa Neymar di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Keberhasilan IPO SpaceX menjadi cetak biru baru bagi Wall Street. Pencapaian ini menjadi modal kepercayaan diri menjelang gelombang pencatatan saham dari sektor teknologi dan kecerdasan buatan.