Nilai pasar SpaceX berhasil menembus angka sekitar 2,1 triliun dolar AS setelah saham perusahaan roket milik Elon Musk tersebut melonjak lebih dari 19 persen menjadi 160,95 dolar AS per saham pada Jumat lalu.

Kenaikan signifikan ini memicu berbagai tanggapan mengenai keberlanjutan nilainya di pasar modal.

>>> Samsung Galaxy A27 5G Resmi Meluncur dengan Layar Punch Hole dan Snapdragon 6 Gen 3

"Ini adalah peluncuran yang sukses, tidak diragukan lagi. Permintaan publiknya ada, jadi itu hal bagus.

Namun sekarang kita akan menunggu dan melihat apakah saham tersebut dapat mempertahankan harga atau apakah ini hanya didorong oleh euforia kerumunan investor ritel," kata Jay Woods, perwakilan Freedom Capital Markets.

Karyawan Berpotensi Jadi Jutawan

Peningkatan valuasi tersebut tidak hanya mengukuhkan Elon Musk sebagai triliuner pertama di dunia, tetapi juga memberikan keuntungan finansial besar bagi para pekerja biasa di perusahaan antariksa itu.

Analisis dari Hill.

com yang dikutip New York Times menunjukkan bahwa lebih dari 4.400 karyawan aktif maupun mantan pegawai SpaceX berpotensi menjadi jutawan saat perusahaan melantai di bursa.

Sekitar 400 di antaranya diperkirakan meraup 100 juta dolar AS atau lebih. Beberapa penerima kekayaan ini merupakan pekerja kerah biru berupah per jam di lokasi peluncuran.

>>> Indonesia Imbang Tanpa Gol Lawan Kamboja di Babak Pertama Perebutan Tempat Ketiga Piala AFF U-19

"IPO SpaceX diperkirakan akan menciptakan 4.000 jutawan baru, termasuk beberapa pekerja kantin yang paket kompensasinya mencakup opsi saham karyawan," tulis sebuah unggahan di X.

Fenomena kepemilikan aset ini terbukti mengubah jalan hidup karyawannya.

Salah satunya adalah mantan insinyur peluncuran SpaceX bernama Trevor Hise yang mengumpulkan lebih dari 100.000 lembar saham selama 12 tahun bekerja.

Kekayaan Hise terus meroket seiring lonjakan harga saham SpaceX dari perkiraan awal IPO sebesar 135 dolar AS per saham yang awalnya bernilai minimal 13,5 juta dolar AS.

"Skala dari semua ini sungguh di luar nalar," kata Trevor Hise, mantan insinyur SpaceX yang kini berusia 37 tahun.

>>> Kejagung Selidiki Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit Libatkan Grup Salim

Melalui kepemilikan saham tersebut, ia menganggap dirinya sudah berada dalam kondisi setengah pensiun.