Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penguatan signifikan sebesar 7,38 persen dalam sepekan terakhir.

Indeks ditutup di level 6.007,6 pada pekan ini, naik dari posisi 5.594,7 pekan sebelumnya.

>>> Empat Cara Menenangkan Sistem Saraf untuk Kurangi Stres

Lonjakan ini mendongkrak kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 7,31 persen.

Nilai pasar saham naik dari Rp 9.807 triliun menjadi Rp 10.524 triliun, atau bertambah Rp 717 triliun.

Saham Bank Jadi Motor Utama

Data perdagangan BEI periode 8–12 Juni 2026 menunjukkan saham berkapitalisasi besar menjadi penggerak utama.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penopang terbesar dengan kontribusi 79,63 poin terhadap IHSG.

Harga saham BBCA naik 16,75 persen dengan kapitalisasi pasar free float Rp 247,6 triliun.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyumbang 28,17 poin setelah harganya naik 9,38 persen.

Emiten lain yang mendorong indeks adalah PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) dengan sumbangan 24,26 poin berkat kenaikan harga 17,5 persen.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menguat 35,25 persen dan menyumbang 18,96 poin.

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyumbang 18,08 poin dengan kenaikan harga 13,65 persen.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat penguatan 4,01 persen dan berkontribusi 17,25 poin.

>>> Harga Komoditas Unggas Menguat Sepanjang Mei 2026

Melengkapi sepuluh besar penggerak indeks, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menyumbang 12,38 poin dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar 11,33 poin.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berkontribusi 11,27 poin serta PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) sebesar 11,21 poin.

Top Gainers Catat Lonjakan Hingga 132 Persen