Harga Komoditas Unggas Menguat Sepanjang Mei 2026
Harga komoditas unggas dan pakan mencatat penguatan sepanjang Mei 2026. Tren ini mencerminkan tekanan biaya yang ketat serta permintaan pasar yang solid.
Berdasarkan data rata-rata harga anak ayam umur sehari atau day old chick (DOC) dari Investasi, harga DOC naik 6,3 persen secara bulanan menjadi Rp5.894 per ekor.
>>> Penjualan Mobil LCGC Turun 23 Persen, Tergerus Mobil Listrik Murah
Angka ini juga menunjukkan pertumbuhan 35,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Analis Mirae Asset Sekuritas Andreas Saragih memaparkan bahwa secara kuartalan, rata-rata harga DOC berada di level Rp5.720 per ekor.
Akumulasi selama lima bulan pertama tahun ini melonjak 36,1 persen secara tahunan menjadi Rp6.378 per ekor.
Harga ayam broiler juga menguat tipis 0,3 persen secara bulanan menjadi Rp19.669 per kilogram. Rerata periode Januari hingga Mei berada di posisi Rp21.090 per kilogram.
Di sisi biaya produksi, harga jagung melambung 54,9 persen secara tahunan menjadi Rp6.600 per kilogram. Kenaikan ini disebabkan terbatasnya pasokan di tengah masa panen.
>>> Manchester United Pimpin Perburuan Mateus Fernandes, Arsenal Mulai Cari Alternatif
Intervensi Pemerintah dan Prospek Sektor
Kondisi pasar peternakan rakyat sempat terhambat akibat anjloknya harga ayam hidup di bawah ongkos produksi.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan merilis instruksi pada 9 Juni 2026 agar pabrik pakan menyerap ayam hidup peternak minimal Rp19.500 per kilogram.
Regulasi tersebut juga mewajibkan pemotongan ayam berbobot minimal 1,8 kilogram di rumah pemotongan hewan unggas. Langkah ini bertujuan menyeimbangkan stabilitas pasokan pasar.
Sementara itu, realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis menurun 33,1 persen secara bulanan menjadi Rp13,15 triliun pada Mei 2026.
Meski turun, akumulasi total penyerapan anggaran telah mencapai Rp88,15 triliun dengan jangkauan 63,1 juta penerima manfaat.
>>> Thierry Henry Jagokan Timnas Perancis Juara Piala Dunia 2026
Mirae Asset Sekuritas tetap memberikan rekomendasi Overweight untuk sektor unggas. Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk menjadi pilihan utama.
Update Terbaru
Welcome to Demon School, Iruma-kun Season 4 Rilis Visual dan Trailer Baru
Sabtu / 13-06-2026, 17:08 WIB
Pemerintah Resmi Naikkan Tunjangan Guru ASN dan Non-ASN
Sabtu / 13-06-2026, 17:08 WIB
Dishub DKI Tiadakan Car Free Day Akhir Pekan Ini karena Acara Internasional
Sabtu / 13-06-2026, 17:08 WIB
Pemprov DKI Jakarta Tiadakan Car Free Day Akhir Pekan Ini
Sabtu / 13-06-2026, 17:07 WIB
TSMC Kembangkan Teknologi CoPoS untuk Pangkas Biaya Produksi Chip AI
Sabtu / 13-06-2026, 17:07 WIB
Kenali 10 Ciri Orang Bermental Kuat dalam Menghadapi Tekanan Hidup
Sabtu / 13-06-2026, 17:03 WIB
Cara Mudah Mengaktifkan BPJS Kesehatan yang Tidak Aktif Secara Online
Sabtu / 13-06-2026, 17:02 WIB
Dua Hatchback Listrik dari Prancis dan China Mirip Kembar, Terinspirasi Reli
Sabtu / 13-06-2026, 17:00 WIB
Jennifer Coppen Resmi Menikahi Justin Hubner di Uluwatu, Bali
Sabtu / 13-06-2026, 17:00 WIB
Saham SpaceX Melonjak 19%, Valuasi Tembus Rp 2.100 Triliun
Sabtu / 13-06-2026, 16:57 WIB
Samsung Galaxy A27 5G Resmi Meluncur dengan Layar Punch Hole dan Snapdragon 6 Gen 3
Sabtu / 13-06-2026, 16:56 WIB
Indonesia Imbang Tanpa Gol Lawan Kamboja di Babak Pertama Perebutan Tempat Ketiga Piala AFF U-19
Sabtu / 13-06-2026, 16:56 WIB
Honor Siapkan X80 Pro Max dengan Baterai Raksasa 11.000 mAh
Sabtu / 13-06-2026, 16:53 WIB
Brasil Hadapi Maroko di Laga Pembuka Grup C Piala Dunia 2026
Sabtu / 13-06-2026, 16:53 WIB






