Pasar mobil Low Cost Green Car (LCGC) di Indonesia mengalami penurunan penjualan yang signifikan.

Fenomena ini terjadi di tengah maraknya kendaraan listrik murah dengan harga di bawah Rp 200 juta.

>>> Manchester United Pimpin Perburuan Mateus Fernandes, Arsenal Mulai Cari Alternatif

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari-Mei 2026 menunjukkan volume distribusi wholesales lima model LCGC mencapai 46.055 unit.

Angka ini menyusut sekitar 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 59.737 unit.

Penurunan juga terlihat pada data penjualan retail yang melorot 17 persen. Penjualan retail LCGC pada Januari-Mei 2025 tercatat 58.506 unit, sedangkan tahun ini hanya 48.754 unit.

Model Terlaris dan Harga

Meskipun pasar melemah, Toyota Calya 1.2 G M/T dan Honda Brio Satya E CVT menjadi varian yang paling banyak diburu.

Toyota Calya 1.2 G M/T memimpin dengan distribusi 8.828 unit, disusul Honda Brio Satya E CVT sebanyak 8.732 unit.

>>> Thierry Henry Jagokan Timnas Perancis Juara Piala Dunia 2026

Kedua tipe terlaris ini bukan varian termurah di kelasnya.

Toyota Calya 1.2 G M/T dibanderol Rp 178,8 juta, sedangkan Honda Brio Satya E CVT dijual Rp 206,7 juta dan menjadi model LCGC termahal saat ini.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menjelaskan bahwa masyarakat kini memiliki preferensi baru.

Kehadiran mobil listrik murah di bawah Rp 200 juta langsung bersaing dengan segmen LCGC karena menawarkan keuntungan tambahan.

"Yang menjadi isu adalah masyarakat mencari pilihan mana yang sesuai untuk mereka.

>>> Arsenal Pertimbangkan Rekrut Christos Tzolis dari Club Brugge

Di kota seperti Jakarta, ada tren ingin memiliki mobil yang bebas ganjil genap, sehingga mendorong pembelian mobil listrik," ujar Kukuh.