Pendiri SpaceX Elon Musk resmi menjadi triliuner pertama di dunia setelah saham perusahaannya melonjak 19 persen pada hari pertama perdagangan, Jumat (13/6/2026).

Saham SpaceX ditutup di angka US$160,95 per lembar, mendorong valuasi perusahaan menjadi US$2,2 triliun.

>>> Viral Anak Didorong di Playground, Orang Tua Wajib Awasi Aktivitas Bermain

Berdasarkan Bloomberg Billionaires Index, total kekayaan bersih Musk kini mencapai US$1,1 triliun.

Jumlah itu lebih dari tiga kali lipat kekayaan pendiri Google Larry Page yang berada di posisi kedua terkaya di dunia.

Sebagai perbandingan, indeks Bloomberg mencatat rekor kekayaan di atas US$100 miliar untuk pertama kalinya kurang dari 10 tahun lalu, sebelum dilampaui Musk pada 2020.

Kekayaan satu triliun dolar AS ini hampir setara dengan produk domestik bruto Swiss.

Jumlah itu juga setara dengan penghasilan manajer hedge fund Steve Cohen selama hampir 300 tahun berdasarkan pendapatannya tahun lalu sebesar US$3,4 miliar.

Jika dibagi rata, masing-masing dari 14 anak Musk bisa masuk dalam daftar 30 orang terkaya di dunia.

Komentar Elon Musk soal Kekayaan dan Kebahagiaan

Konsultan gaji independen Dan Walter memberikan pandangannya mengenai skala kekayaan fantastis yang dicapai CEO SpaceX tersebut.

Hal itu memicu komentar langsung dari Elon Musk melalui platform media sosial pribadinya.

"Siapa pun yang mengatakan 'uang tidak bisa membeli kebahagiaan' benar-benar tahu apa yang mereka bicarakan," keluh Musk.

>>> Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalin untuk BTN Jakarta International Marathon 2026

Aset jumbo ini telah digunakan Musk untuk mendanai berbagai agenda personal, termasuk membeli Twitter pada 2022, mendanai chatbot AI, dan menyumbang lebih dari US$291 juta untuk pemilihan federal AS 2024 demi mendukung Donald Trump.